Penyebab dan Konsekuensi Ptosis pada Anak
Ptosis, kondisi di mana kelopak mata atas yang turun, dapat menimpa siapa saja, dari bayi baru lahir hingga lansia. Umumnya, kondisi ini terjadi akibat bertambahnya usia.
"Jadi karena terjadi kelemahan dari ototnya, makanya dia jadi turun dan bisa tambah turun seiring nambah usia," tutur dr. Tri Rejeki Herdiana, Sp.M, dokter spesialis mata di Jakarta Eye Center Kedoya.
Selain itu, terdapat pula faktor bawaan atau seseorang memang lahir dengan kondisi tersebut. Seseorang yang mempunyai Ptosis karena faktor bawaan, dapat disimpulkan bahwa kelopak matanya memang memiliki kekuatan otot yang lemah sejak lahir.
Ptosis yang menyebabkan terhalangnya penglihatan anak bisa menyebabkan lazy eyes yang membuat penglihatan tidak optimal. Kalau sudah dewasa engga diperbaiki, engga akan bisa balik lagi.
Namun, jika cepat ditangani sejak kecil, maka kemungkinan-kemungkinan tersebut bisa dihadapi. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan tumbuh kembang anak dan mencari perawatan segera jika menemui gejala-gejala Ptosis.
Penyebab Ptosis
Ptosis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk:
- Bertambahnya usia: Ptosis umumnya terjadi pada orang tua akibat kelemahan otot mata.
- Faktor bawaan: Seseorang yang mempunyai Ptosis karena faktor bawaan, memiliki kelopak mata yang memiliki kekuatan otot yang lemah sejak lahir.
- Adanya tumor pada kelopak mata dan kelainan saraf pada mata.
Bagaimana cara mengatasi Ptosis
Ptosis dapat diatasi dengan berbagai cara, termasuk:
- Operasi: Operasi adalah salah satu cara untuk mengatasi Ptosis. Dokter spesialis mata akan melakukan operasi untuk memperbaiki kelopak mata yang turun.
- Terapi fisik: Terapi fisik dapat membantu meningkatkan kekuatan otot mata dan menghilangkan gejala-gejala Ptosis.
- Perawatan konservatif: Perawatan konservatif, seperti menggunakan kacamata atau lensa kontak, dapat membantu memperbaiki penglihatan anak.
Kesimpulan
Ptosis adalah kondisi di mana kelopak mata atas yang turun dan dapat menimpa siapa saja. Penting bagi orang tua untuk memperhatikan tumbuh kembang anak dan mencari perawatan segera jika menemui gejala-gejala Ptosis. Dengan cepat ditangani, kemungkinan-kemungkinan tersebut bisa dihadapi dan penglihatan anak dapat dipulihkan.
Fakta atau Hoaks?
Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.