Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menghadapi berbagai masalah kesehatan anak-anak, salah satu di antaranya adalah penyakit infeksi. Penyakit ini dapat dicegah dengan cara yang efektif dan efisien, yaitu dengan melakukan imunisasi pada anak-anak. Sejak awal, Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia, Sri Rejeki, telah memperjuangkan pentingnya imunisasi sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit.

Sebelumnya, Sri Rejeki pernah menjadi Ketua Satgas Imunisasi dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan juga menjadi Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Dalam kapasitas tersebut, ia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi pada anak-anak di Indonesia.

Menurut Sri Rejeki, vaksinasi atau imunisasi merupakan standar kesejahteraan sebuah negara. Cakupan imunisasi yang luas memberikan gambaran sejauh mana negara tersebut maju, baik secara ekonomi atau sosialnya. "Jadi kalau mau melihat standar sejahteranya satu negara, imunisasi adalah salah satu indikatornya," katanya dalam Dialog Produktif bertema ‘Berjuang Tanpa Lelah Menyiapkan Vaksin’ yang digelar di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa (10/11/2020).

Dalam upaya pencegahan penyakit, Sri Rejeki menyebut dua aspek dasar yang harus dipenuhi oleh negara, yakni air bersih yang merata dan imunisasi. Jika dua hal ini bisa disediakan oleh negara, maka 70 persen masalah kesehatan anak terkait infeksi dapat diatasi.

Sri Rejeki juga sempat menempuh pendidikan tambahan di Jepang dan memiliki pengalaman yang cukup luas dalam bidang ilmu kesehatan anak. Keterampilannya dalam bidang ini memungkinkan ia untuk menjadi Guru Besar FKUI pada 2010 lalu.

Dalam kaitannya dengan masalah kesehatan anak-anak di Indonesia, Sri Rejeki menyatakan bahwa permasalahan kesehatan anak-anak Indonesia cukup besar. Oleh karena itu, ia menempuh berbagai upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi pada anak-anak dan mencegah penyakit infeksi.

Dalam upaya pencegahan penyakit, RS Cipto Mangunkusumo juga telah melakukan berbagai upaya. Salah satu contohnya adalah program Karang Balita yang kemudian bertransformasi menjadi Posyandu. Program ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan imunisasi pada anak-anak dan mencegah penyakit infeksi.

Dalam kaitannya dengan perjuangan memperjuangkan imunisasi, Sri Rejeki juga sempat menempuh pendidikan tambahan di Jepang dan memiliki pengalaman yang cukup luas dalam bidang ilmu kesehatan anak. Keterampilannya dalam bidang ini memungkinkan ia untuk menjadi Guru Besar FKUI pada 2010 lalu.

Perjuangan Sri Rejeki dalam memperjuangkan imunisasi semakin matang setelah didapuk sebagai Ketua Satgas Imunisasi dalam IDAI dan menjadi Ketua ITAGI. Dalam kapasitas tersebut, ia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi pada anak-anak di Indonesia.

Dalam kesimpulannya, perjuangan Sri Rejeki dalam memperjuangkan imunisasi sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit dapat dibilang telah memberikan dampak yang positif. Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Sri Rejeki dan RS Cipto Mangunkusumo dapat membantu meningkatkan cakupan imunisasi pada anak-anak dan mencegah penyakit infeksi.

Infografis

Infografis 3 Hormon Bahagia Jaga Imunitas Tubuh dari Covid-19.

(Liputan6.com/Abdillah)

  • Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui lebih lanjut, silakan baca artikel yang terkait dengan topik ini.