Dalam radar tutorial, pengamatan radar dan mekanisme scattering adalah topik yang sangat penting dalam memahami bagaimana radar bereaksi terhadap target yang berbeda-beda. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai tiga jenis mekanisme scattering dasar yang menyusun Radar Cross Section (RCS) dari suatu target.

Mekanisme Scattering Dasar

Terdapat tiga jenis mekanisme scattering dasar yang mempengaruhi RCS suatu target. Pertama, terdapat pengamatan specular yang mirip dengan pantulan cahaya di atas permukaan datar. Kedua, terdapat diffraction yang terjadi karena adanya discontinuity pada permukaan target. Dan ketiga, terdapat surface waves yang menyebabkan RCS suatu target.

Pengamatan Specular

Pengamatan specular terjadi ketika permukaan target berorientasi sejajar dengan garis pandang radar. Permukaan datar memberikan echo yang besar dalam arah specular, tetapi echo tersebut menurun secara cepat di luar arah tersebut.

Interaksi Echo

Relatif kuatnya echo dapat terjadi ketika dua permukaan target berorientasi sejajar untuk memantulkan energi dari satu permukaan ke lain dan kemudian kembali ke radar, seperti yang terlihat dalam contoh Airbus A320 pada gambar 1.

Creeping Wave Return

Creeping wave adalah gelombang yang terkait dengan permukaan yang halus dan berbayang, melingkari belakang tubuh yang halus dan kemudian kembali ke radar ketika gelombang tersebut muncul di sisi lain. Mekanisme ini signifikan hanya pada frekuensi yang rendah.

Traveling Wave Echo

Ketika sudut pengamatan menjadi sudut grazing yang kecil terhadap permukaan, dapat terjadi induksi surface wave. Gelombang tersebut cenderung meningkat di belakang tubuh dan biasanya dipantulkan ke depan oleh apapun yang berada di belakang.

Diffraction pada Puncak, Edges, and Corners

Pengamatan dari puncak, edges, dan corners kurang signifikan daripada pengamatan specular dan hanya menjadi perhatian desainer ketika semua sumber echo lainnya telah dihilangkan. Echo-echo tersebut lokal dan cenderung meningkat dengan kuadrat panjang gelombang, bukan ukuran fitur permukaan.

Cavity and Curvature Discontinuity Return

Banyak pesawat terbang memiliki slot atau celah di mana kontrol surface (contohnya ailerons, stabilizers, canards, dan flaps) bertemu dengan badan yang statis. Celah-celah tersebut dapat memantulkan energi kembali ke radar.

Radar Cross Section

Dalam beberapa arah, semua sumber echo dapat menambahkan secara bersamaan dan menghasilkan RCS yang besar. Dalam arah lain, beberapa sumber echo dapat mencancikan sumber echo lainnya dan menghasilkan RCS yang sangat rendah. Akhirnya, mereka membentuk pola pantulan kompleks tergantung pada sudut aspek.

Referensi

  • Eugene F. Knott, "Radar observables," in Tactical Missile Aerodynamics: General Topics, Vol. 141, M. J. Hemsch, ed., Washington, DC: American Institute of Aeronautics and Astronautics, 1992, Chap. 4.
  • Eugene F. Knott, "Radar Cross Section," in M. Skolnik: "Radar Handbook", Third Edition, McGraw-Hill Education, 2008, ISBN 9780071485470, page 14.2f.

Dalam artikel ini, kita telah membahas mengenai tiga jenis mekanisme scattering dasar yang mempengaruhi RCS suatu target dan bagaimana radar bereaksi terhadap target yang berbeda-beda. Dengan memahami mekanisme scattering, kita dapat membuat analisis yang lebih akurat tentang bagaimana radar akan bereaksi terhadap target tertentu.