Scatter plot adalah sebuah grafik yang biasa digunakan untuk melihat suatu pola hubungan antara dua variabel. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang scatter plot dan bagaimana menggunakan metode ini dalam analisis data.

Trends Over Time

Analisis time series plots adalah salah satu cara untuk menampilkan data secara waktu. Namun, Anda juga dapat menggunakan scatterplot untuk tujuan yang sama. Scatterplot adalah pilihan yang sempurna untuk data waktu tidak teratur. Saat membuat scatterplot untuk data waktu, pastikan Anda menambahkan garis hubungan antara titik data!

Menggunakan Scatter Plot dengan Uji Hipotesis

Anda dapat menggunakan scatter plot untuk menampilkan hubungan antara variabel kontinu. Namun, jika Anda ingin menggunakan sampel untuk menginjak sifat populasi yang lebih besar, pastikan Anda melakukan uji hipotesis yang diperlukan dan mengevaluasi signifikansi statistik.

Graphs can be Subjective

Grafik dapat subjektif karena software Anda memungkinkan Anda untuk mengedit properti grafik, seperti skalanya. Mengubah pengaturan ini dapat mengubah penampilan scatter plot dan kesimpulan yang Anda buat dari mereka. Sebaliknya, uji hipotesis menampilkan evaluasi objektiv statistik. Mereka juga mempertimbangkan kemungkinan error acak menjelaskan pola-pola dan perbedaan yang terlihat.

Correlation and Regression Analysis

Analisis korelasi dan regresi adalah metode utama untuk mengevaluasi hubungan antara variabel kontinu.

Penjelasan tentang Scatter Plot (oleh Prasetyo Wijaya)

Scatter plot adalah sebuah grafik yang biasa digunakan untuk melihat suatu pola hubungan antara 2 variabel. Untuk bisa menggunakan scatter plot, skala data yang digunakan haruslah skala interval dan rasio.

Contoh Grafik Scatter Plot

Berikut adalah contoh grafik scatter plot:

Gambar 1: Scatter plot antara prosentase kepemilikan mobil dengan pendapatan rumah tangga.

Keeratan Hubungan

Jika scatter plot membentuk pola yang menyerupai garis lurus, maka mengindikasikan bahwa ada hubungan yang erat antara variabel 1 dengan variabel 2. Hubungan ini biasanya disebut hubungan linier. Hubungan linier dapat membentuk hubungan yang positif dan negatif.

Hubungan Positif

Jika plot yang terjadi seperti pada gambar 3, maka variabel 1 dan variabel 2 menunjukkan hubungan yang positif. Peningkatan yang terjadi pada variabel 1 diikuti peningkatan pada variabel 2. Dan jika variabel 1 mengalami penurunan, variabel 2 juga mengalami penurunan.

Hubungan Negatif

Jika plot yang terjadi seperti pada gambar 4, maka variabel 1 dan variabel 2 menunjukkan hubungan yang negatif. Peningkatan yang terjadi pada variabel 1 diikuti penurunan oleh variabel 2. Dan jika variabel 1 mengalami penurunan, variabel 2 akan mengalami peningkatan.

Hubungan yang Rendah

Jika plotnya menyebar seperti pada gambar 5, maka bisa disimpulkan bahwa hubungan antara variabel 1 dengan variabel 2 sangatlah kecil atau tidak ada hubungan.

Hubungan Non-Liner

Selain hubungan linier, kita juga dapat melihat hubungan lain seperti hubungan non-liner.

Penyebaran Data

Scatter plot juga dapat digunakan untuk melihat penyebaran data. Apakah data menyebar ataukah mengumpul di suatu area?

Data Outlier

Scatter plot juga dapat menunjukkan adanya outlier. Outlier adalah data yang ekstrim yang kemungkinan dihasilkan dari situasi yang tidak normal. Kebanyakan peneliti akan mengambil data outlier ini untuk diteliti lebih lanjut.

Dalam artikel ini, kita telah membahas tentang scatter plot dan bagaimana menggunakan metode ini dalam analisis data. Scatter plot adalah sebuah grafik yang sangat berguna dalam menampilkan hubungan antara dua variabel.