Membuat Chart Scatter dengan Power BI
Dalam artikel ini, kita akan belajar bagaimana membuat chart scatter yang menarik dan informatif menggunakan Power BI. Kita juga akan melihat beberapa fitur tambahan yang dapat meningkatkan kualitas visualisasi data.
Langkah 1: Buat Chart Scatter
Pertama-tama, kita harus buat chart scatter dengan memilih "Scatter" dari panel Visualizations. Kemudian, kita perlu menambahkan field-field yang akan digunakan sebagai x-axis dan y-axis. Dalam contoh ini, kita menggunakan "Sales Per Sq Ft" sebagai x-axis dan "Total Sales" sebagai y-axis.
Langkah 2: Tambahkan Field Baru
Kita dapat menambahkan field baru ke chart scatter dengan menggeser District > District Manager dari panel Data ke opsi X Axis. Dengan demikian, kita dapat melihat nama-nama manajer wilayah di bagian bawah chart.
Langkah 3: Format Chart
Kita dapat mengubah tampilan chart dengan memilih "Triangle" sebagai marker dan warna yang sesuai. Kita juga dapat mengubah label x-axis dan y-axis, serta judul chart.
Langkah 4: Tambahkan Analytics
Kita dapat menambahkan analytics ke chart dengan menggeser ke panel Analytics. Dalam contoh ini, kita menambahkan median line untuk field "Total Sales Variance %". Kita juga dapat menambahkan shading symmetry yang memperlihatkan bagaimana data point favorit y-axis atau x-axis.
Langkah 5: Ganti Y Axis
Kita dapat mengganti y-axis dengan menggunakan field "Gross Margin Last Year %" dari panel Data. Dengan demikian, kita dapat melihat hubungan antara gross margin dan sales per store square footage.
Langkah 6: Aktifkan Shading Symmetry
Kita dapat mengaktifkan shading symmetry dengan menggeser toggle ke atas. Dengan demikian, kita dapat melihat bagaimana data point favorit y-axis atau x-axis, serta menemukan insight yang lebih dalam tentang data.
Pertimbangan dan Troubleshooting
Kita harus mempertimbangkan beberapa hal penting saat bekerja dengan chart scatter di Power BI. Salah satu pertimbangannya adalah jumlah data point yang dapat ditampilkan, yaitu 10.000. Jika jumlah data point mendekati batas tersebut, kita perlu menguji performa chart sebelum mempublikasikan report.
Kesimpulan
Dalam artikel ini, kita telah belajar bagaimana membuat chart scatter yang menarik dan informatif menggunakan Power BI. Kita juga telah melihat beberapa fitur tambahan yang dapat meningkatkan kualitas visualisasi data. Dengan demikian, kita dapat menggunakannya untuk menganalisis dan memvisualisasikan data dengan lebih baik.