Domino Masuk dalam Wadah KONI: Harapan Masyarakat Kota Palu
Kota Palu, sebagai bagian dari Provinsi Sulawesi Tenggara, telah memiliki tradisi olahraga domino yang kaya akan nilai-nilai sportifitas dan kebersamaan. Dalam beberapa tahun terakhir, komunitas domino di Kota Palu telah berjuang keras untuk meningkatkan prestasi tim mereka dalam ajang-ajang nasional.
Dalam beberapa bulan terakhir, tim domino Kota Palu berhasil meraih podium I hingga harapan I dan akan mewakili kota ini pada seleksi tingkat Provinsi. Kemenangan ini menjadi momentum bagi tim domino Kota Palu untuk berjuang masuk dalam wadah KONI sebagai induk olahraga nasional.
"Para juara yang punya kans mewakili Kota Palu, saya minta jaga stamina dan kesehatan untuk seleksi tingkat provinsi," pesan anggota DPRD Kota Palu ini. Komen yang ditujukan kepada atlet-atlet domino Kota Palu untuk mempertahankan prestasi mereka dan menjadi wakil kota ini pada ajang-ajang nasional.
Faktanya, kejuaraan domino tidak bias gender. Tidak ada kesan maskulinitas pada olahraga ini. Enam peserta perempuan telah lolos dalam seleksi ini dan menjadi petarung hebat walau hanya lolos di babak 32 besar. Jihan Bahasyuan, salah satu atlet perempuan yang berpasangan dengan Akbar dari Gardu Otista, berhasil menjadi juara 3 dalam kejuaraan ini.
Keberhasilan tim domino Kota Palu dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan harapan masyarakat umum untuk melihat tim mereka masuk dalam wadah KONI. Aris Munandar, penggemar akut olah raga ini, mengaku senang jika domino bisa tercatat di KONI. "Bagus itu, biar kita yang main di pos jaga disebut juga atlet," katanya terkekeh.
Pembina Pordi Kota Palu, Djaury O Sakkung pun bilang, harapan agar domino bisa masuk sebagai konstituen KONI tergantung dari penggemar dan atlet domino itu sendiri. Misalnya, setiap pada kejuaraan para atlet harus menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas, penyelenggara kejuaraan harus kredibel serta turnamen yang berjalan konsisten.
Agus Himawan, pemerhati olahraga di Palu bilang, jika sekadar masuk dalam KONI dengan syarat harus menggelar minimal 4 kali kejurnas adalah hal mudah. Para pegiat olahraga ini pasti mampu memenuhinya. Sulteng dan Kota Palu khususnya, pencinta olahraga ini bertebaran di banyak tempat.
Dalam beberapa tahun terakhir, domino telah menjadi salah satu olahraga yang sangat populer di Kota Palu. Dalam setiap kejuaraan, para atlet ini berjuang keras untuk meningkatkan prestasi tim mereka dan menjadi wakil kota ini pada ajang-ajang nasional.
"Domino adalah olahraga rakyat yang dimainkan di komunitas untuk sejenak melupakan kepenatan hidup akibat sosial politik yang salah urus," kata Agus Himawan. "Kini, ia tak sekadar olahraga untuk 'membunuh waktu' menanti saat tidur malam. Domino melalui para pegiatnya terus menata diri, membenahi sistemnya dan membentuk karakter atletnya, sebuah jalan panjang untuk mengklaim satu slot di induk olahraga nasional bernama KONI."
Dalam beberapa bulan terakhir, tim domino Kota Palu telah berjuang keras untuk meningkatkan prestasi tim mereka dalam ajang-ajang nasional. Mereka telah meraih podium I hingga harapan I dan akan mewakili kota ini pada seleksi tingkat Provinsi. Kemenangan ini menjadi momentum bagi tim domino Kota Palu untuk berjuang masuk dalam wadah KONI sebagai induk olahraga nasional.
Penulis: Amanda Foto-foto: Amanda