Kulitnya Kering, Dagingnya Krupuk: Rengginang sebagai Kripik Berasal dari Beras yang Sembuh

Rengginang adalah kripik beras kering yang digoreng dengan minyak goreng yang melimpah. Hal ini membuat rongkinan menjadi crunchy dan renyah, berbeda dengan kripik lainnya seperti krupuk dan senbei yang biasanya dibuat dari adonan tepung yang dihaluskan. Rengginang unik karena tetap mempertahankan bentuk biji beras aslinya, mirip dengan arare Jepang, tapi beda karena arare terbuat dari butiran beras yang lebih besar dan tidak berbentuk flat-rounded seperti rongkinan.

Rengginang biasanya dibuat dari sisa-sisa beras yang telah kering. Di Suriname, rongkinan dikenal sebagai brong-brong. Rengginang dapat berwarna, manis, asin, atau gurih. Yang paling umum adalah rongkinan goreng dengan sendok garam untuk taste traditional asin. Rongkinan manis menggunakan madu kelapa cair yang dicampurkan atau ditaburi atasnya. Variasi lainnya memiliki bahan tambahan untuk memperkaya rasa, seperti udang kering, terasi (sambal), atau lorjuk (kerang).

Di Jawa Tengah, terutama di Kabupaten Wonogiri, ada kripik beras yang hampir identik dengan rongkinan, yaitu intip. Intip dibuat dari beras yang disorban, yaitu biji beras yang keras dan menempel pada dasar wajan nasi. Wajan tersebut diisi air untuk mengikat beras, lalu setelah itu direbus dan kemudian dikeringkan hingga hilang semua cairannya. Bahan baku intip tidak berbeda dengan rongkinan, kecuali ukurannya; karena intip dibuat dari dasar wajan nasi, maka ukuran intip lebih besar daripada rongkinan.

Kripik-Kripik Tradisional

  • Krupuk: kripik ikan yang digoreng dan diasinkan.
  • Sachima: kripik beras yang digoreng dan diencerkan dengan gula.
  • Senbei: kripik beras Jepang yang digoreng dan diasinkan.
  • Rempeyek: kripik beras yang digoreng dan diencerkan dengan garam.

Rengginang memiliki variasi rasa dan tekstur, membuatnya menjadi cemilan yang sangat populer di Indonesia. Rengginang dapat menjadi makanan ringan untuk siapapun, baik anak-anak maupun orang dewasa. Selain itu, rengginang juga dapat dijadikan sebagai bahan baku kripik lainnya, seperti krupuk atau rempeyek.

Referensi:

  • Pepy Nasution (22 Februari 2011). "Rengginang (Indonesian Glutinous Rice Crispy)". Indonesiaeats.com. Diakses tanggal 10 Juni 2012.
  • "Intip – Panganan Khas Wonogiri. Dulu sisa makanan, kini cemilan gurih bernilai ekonomi tinggi" (dalam bahasa Indonesia). Infowonogiri.com. 1 Juli 2011. Diakses tanggal 10 Juni 2012.

[1] [2]