Paduan Suara Virtual: Menyambut Ulang Tahun Bapak Uskup Mgr. Aloysius Sudarso SCJ
Dalam masa pandemi corona, kegiatan paduan suara virtual menjadi salah satu cara bagi anggota paduan suara untuk tetap bersatu dan menghasilkan karya yang baik. Paduan suara virtual adalah solusi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dalam berpadu suara secara langsung.
Menentukan Lagu
Proses pertama dalam paduan suara virtual adalah menentukan lagu yang akan dinyanyikan. Lagu ini harus disepakati oleh semua anggota, sehingga setiap orang memiliki tujuan yang sama. Komunikasi ini dilakukan melalui WAG (WhatsApp Group), sebagai sarana untuk berbagi informasi dan memberikan umpan balik.
Latihan
Setelah menentukan lagu, maka tahapan selanjutnya adalah latihan. Masing-masing anggota melakukan latihan mandiri di rumah masing-masing, dengan menggunakan iringan (piano, organ, atau alat musik lain) sebagai panduan. Dengan adanya iringan, para anggota dapat berlatih menyuarakan lagu sesuai dengan kelompok suara masing-masing.
Rekaman
Setelah selesai latihan, maka tiba waktunya bagi anggota untuk merekam baik audio maupun video. Proses ini tidaklah mudah, karena dilakukan di rumah masing-masing dan terkendala dengan suara-suara lain yang mungkin mengganggu. Oleh karena itu, perlu pemilihan waktu yang tepat untuk menghindari hal itu.
Editing
Setelah para anggota memastikan bahwa hasil rekamannya adalah hasil yang terbaik, maka semuanya harus segera diserahkan kepada petugas yang bertanggung jawab mengumpulkan dan editor. Editor akan mengolah rekaman-rekaman tersebut sehingga menjadi sajian yang indah untuk dinikmati.
Kedisiplinan
Agar semua proses di atas dapat berjalan dengan baik, maka perlu kedisiplinan. Masing-masing anggota harus mematuhi waktu yang disepakati, mulai dari latihan, perekaman, editing, dan sebagainya. Kedisiplinan ini penting untuk menghindari saling menunggu dan saling menyalahkan.
Hasil Karya
Dalam akhirnya, paduan suara virtual berhasil menghasilkan karya yang baik, seperti "Rejeki Kaswargan", lagu yang dihasilkan sebagai persembahan atas ulang tahun Bapak Uskup Mgr. Aloysius Sudarso SCJ yang ke-75.
Tahun 2020
Pada tanggal 12 Desember 2020, "Rejeki Kaswargan" secara virtual ditayangkan dan dipersembahkan sebagai perayaan ulang tahun Bapak Uskup Mgr. Aloysius Sudarso SCJ yang ke-75.
Hasil Karya Lain
Selain "Rejeki Kaswargan", paduan suara virtual telah menghasilkan beberapa karya lain, seperti "Paduan Suara Santo Felix Nola Salatiga" dan lain-lain.
Konklusi
Dalam masa pandemi corona, kegiatan paduan suara virtual menjadi salah satu cara bagi anggota paduan suara untuk tetap bersatu dan menghasilkan karya yang baik. Paduan suara virtual adalah solusi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dalam berpadu suara secara langsung.
Lihat Lyfe Selengkapnya
Untuk melihat lebih lanjut tentang paduan suara virtual, Anda dapat mengakses link di bawah ini: 10
Rejeki Kaswargan (Latihan Koor KepLor 09082022) - SoundCloud
Paduan Suara Santo Felix Nola Salatiga
Rejeki Kaswargan
Lagu Rejeki kaswarga ini bernuansa jawa dengan partitur SATB. Lagu ini dibawakan oleh PS Felix Nola dalam acara Festiwal Lagu Gerejani di Gereja Katolik Santo Paulus Miki