Membelah Ladang Rezeki dengan Tanaman Aglaonema
Mungkin belum banyak orang yang tahu bahwa memiliki tanaman Aglaonema dapat menciptakan ladang investasi. Tidak hanya itu, tanaman ini juga bermanfaat untuk kesehatan. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang yang tertarik untuk memiliki dan merawat tanaman Aglaonema ini.
Tanaman Aglaonema atau Sri Rezeki mempunyai manfaat-manfaat yang sangat signifikan. Berikut beberapa di antaranya:
- Memurnikan Udara: Tanaman ini dapat menghilangkan gas beracun seperti Benzena, Formaldehida, CO, dan lain-lain.
- Mempercantik kamar: Tanaman indoor berdaun cantik ini menghasilkan oksigen sehingga dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kesehatan baik di tempat tinggal maupun di ruang kerja.
- Menyerap CO2 di malam hari: Aglaonema juga dapat menyerap CO2 di malam hari, sehingga dapat membantu mengurangi polusi udara.
Namun, perawatan tanaman Aglaonema tidaklah mudah. Tanaman ini ada yang tidak bisa berhadapan dengan sinar matahari langsung. Beberapa hanya mampu tinggal di tempat yang kering dan mungkin terkena sinar matahari setiap hari. Oleh karena itu, perlu memperhatikan suhu udara, kelembaban, cahaya, dan penempatan pertumbuhan.
Suhu udara yang ideal untuk Aglaonema adalah sekitar 20-25 derajat Celsius. Kelembaban yang diperlukan adalah antara 50-70%. Cahaya yang dibutuhkan oleh tanaman ini adalah sekitar 10-30% sinar matahari langsung.
Media tanam Aglaonema yang disiapkan harus bersih dari kuman atau bibit penyakit, memiliki pH 7. Media tanam yang memiliki pH netral penting untuk diperhatikan karena mengandung nutrisi yang melimpah.
Selain itu, media tanam harus mampu mengatasi kelebihan air atau porositas. Porositas sangat dipengaruhi oleh lingkungan, seperti kelembaban dan ketinggian media tanam.
Tidak hanya perlu memperhatikan media tanam, Aglaonema juga rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Hama yang menyerang tanaman ini antara lain belalang, kutu putih, serangga sisik, ulat bulu, sisik kutu, dan kutu putih akar.
Penyakit yang sering menyerang Aglaonema antara lain virus, layu Fusarium, dan jamur. Virus dapat menyebabkan daun Aglaonema menggulung dan berubah menjadi kekuningan. Layu Fusarium dapat menyebabkan tulang daun menjadi pucat.
Oleh karena itu, perlu melakukan kultur jaringan, penanaman bibit, stek, pembibitan, dan pemisahan cangkok untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Dengan demikian, kita dapat mempertahankan Aglaonema sebagai ladang investasi yang bermanfaat untuk kesehatan.
Apakah kamu tertarik merawat tanaman hias ini?