Dalam era teknologi informasi yang sangat berkembang, penggunaan model Problem-Based Learning (PBL) sebagai pendekatan dalam pembelajaran matematika menjadi sangat penting. Dengan menggunakan model PBL, siswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi matematikanya melalui penyelesaian masalah-masalah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam penelitian ini, kita akan membahas tentang penggunaan model PBL dalam pengembangan Literasi Matematika Kreatif (LKM) berbasis High Order Thinking Skills (HOTS) melalui daring. LKM adalah kemampuan siswa untuk menghasilkan produk matematika yang kreatif dan inovatif, sementara HOTS adalah kemampuan siswa untuk menggunakan berbagai strategi thinking untuk menyelesaikan masalah.

Studi ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan model PBL melalui daring dapat meningkatkan kemampuan LKM siswa. Selain itu, penelitian ini juga ingin mengetahui bagaimana model PBL dapat membantu siswa dalam mengembangkan HOTS.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan eksperimen dengan subjek 30 siswa kelas X SMA. Siswa-siswa tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimental. Kelompok kontrol menerima pembelajaran matematika secara tradisional, sementara kelompok eksperimental menerima pembelajaran matematika berbasis PBL melalui daring.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model PBL melalui daring dapat meningkatkan kemampuan LKM siswa. Siswa-siswa yang menerima pembelajaran matematika berbasis PBL melalui daring memiliki skor LKM yang lebih tinggi daripada siswa-siswa yang menerima pembelajaran matematika secara tradisional.

Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa model PBL dapat membantu siswa dalam mengembangkan HOTS. Siswa-siswa yang menerima pembelajaran matematika berbasis PBL melalui daring memiliki kemampuan thinking yang lebih tinggi daripada siswa-siswa yang menerima pembelajaran matematika secara tradisional.

Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penggunaan model PBL melalui daring dapat meningkatkan kemampuan LKM siswa dan membantu siswa dalam mengembangkan HOTS. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa model PBL dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan dalam pengembangan LKM berbasis HOTS.

Referensi:

Akbar, P., Hamid, A., Bernard, M., Sugandi, A. I., Disposition, M., & Matematik, D. (2018). Analisis kemampuan pemecahan masalah dan disposisi matematik siswa kelas xi sma putra juang dalam materi peluang. 2(1), 144–153.

Ate, D., & Lede, Y. K. (2022). Analisis Kemampuan Siswa Kelas VIII dalam Menyelesaikan Soal Literasi Numerasi. Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika, 6(1), 472–483. https://doi.org/10.31004/cendekia.v6i1.1041

Dewi, K. S., Ika, L., & Dwiprabowo, R. (2021). Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Hasil Belajar Matematika. 228–235.

Pandiangan, J. F. (2020). Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Bilangan Bulat di Kelas IV SD Swasta Katolik Delitua Tahun Ajaran 2019/2020. Convention Center Di Kota Tegal, 4(80), 4.

Sains, J. T., Sunardiningsih, G. W., Hariyani, S., Fayeldi, T., Matematika, P., & Malang, U. K. (2019). Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika berdasarkan analisis newman. 1(2), 41–45.

Tarbiyah, J., Studi, P., Agama, P., Tinggi, S., & Islam, A. (n.d.). Penggunaan model problem-based learning untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa. Jurnal Pendidikan Matematika, 15(2), 143-155.

Tulisan ini diperbarui pada tanggal 10 Maret 2023.