Penggunaan Diagram Scatter untuk Menganalisis Data
Diagram scatter, atau diagram tersebar, adalah salah satu alat analisis data yang paling populer dan efektif. Diagram ini digunakan untuk menganalisis hubungan antara dua variabel dan memberikan wawasan tentang bagaimana kedua variabel tersebut mempengaruhi satu sama lain.
Bagaimana Cara Membaca Diagram Scatter?
Diagram scatter harus dibaca dari kiri ke kanan, dan Anda harus mencari pola. Jika Anda melihat pola naik sebagai Anda bergerak dari kiri ke kanan, maka berarti terdapat hubungan positif antara dua variabel X dan Y. Sebaliknya, jika Anda melihat pola turun, maka berarti terdapat hubungan negatif antara dua variabel. Jika data point tidak memiliki pola apapun, maka berarti tidak ada hubungan antara dua variabel.
Bagaimana Cara Mengukur Kuat Diagram Scatter?
Kuat diagram scatter dapat diukur sebagai lemah, sedang, atau kuat. Jika data point tersebar, maka hubungan antara dua variabel adalah lemah. Sebaliknya, jika data point terkumpul atau mengikuti garis lurus atau kurva, maka hubungan antara dua variabel adalah kuat.
Contoh Diagram Scatter
Kita akan melihat contoh diagram scatter untuk memprediksi waktu siklus. Salah satu kelebihan menggunakan diagram scatterplot untuk manajemen Lean adalah bahwa dapat memberikan kemampuan untuk memprediksi hasil tugas di masa depan. Meskipun mungkin terlihat bingung pada awal, diagram ini dapat memberikan prediksi probabilistik tentang kinerja masa depan.
Bagaimana Cara Menggunakan Diagram Scatter dalam Six Sigma?
Diagram scatter adalah representasi grafis dua dimensi dari set data. Keterampilannya untuk menampilkan hubungan nonlinear antara variabel membuatnya sangat populer digunakan dalam Six Sigma. Diagram scatter digunakan sebagai alat untuk menganalisis masalah dalam Six Sigma.
Sejarah Diagram Scatter
Diagram modern scatter pertama kali muncul pada tahun 1833 dalam sebuah penelitian tentang orbit bintang ganda. Penelitian tersebut dilakukan oleh John Frederick W. Herschel, seorang ilmuwan Inggris. Diagram scatter menjadi sangat populer dalam komunitas ilmiah pada tahun 1886, berkat Francis Galton, polymath Inggris. Sebelum tahun 1906, diagram scatter lebih dikenal sebagai diagram tersebar; namun, Karl Pearson, matematikawan dan biostatistikawan Inggris, dikreditkan dengan nama "diagram scatterplot". Diagram scatter menjadi sangat populer pada tahun 1980-an, berkat penelitian William Cleveland dan Robert McGill, yang mengetahui bagaimana orang mempercepat informasi dari chart.
Ringkasan
Diagram scatter adalah chart korrelasi yang secara visual mempresentasikan hubungan antara dua variabel. Diagram ini memberikan wawasan tentang bagaimana dua variabel tersebut mempengaruhi satu sama lain. Beberapa kelebihan diagram scatter termasuk:
- Visualisasi hubungan antara dua variabel.
- Visualisasi pola dan trend yang mudah diamati.
- Mekanisme plotting yang mudah digunakan.
Dengan demikian, diagram scatter adalah alat analisis data yang sangat berguna untuk membantu dalam menganalisis data dan membuat keputusan yang lebih tepat.