Mengenal Scatter Chart dan Cara Membuatnya dengan Google Sheets
Scatter chart adalah salah satu jenis grafik yang paling umum digunakan untuk menampilkan data koordinat numerik pada sumbu horizontal (X) dan vertikal (Y). Grafik ini sangat berguna ketika ingin mengetahui seberapa besar pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya. Contohnya, Anda dapat membuat scatter chart untuk membandingkan gaji karyawan dengan tingkat pengalaman kerja mereka.
Cara Membuat Scatter Chart di Google Sheets
- Pertama-tama, buatlah lembar data di Google Sheets. Kolom pertama digunakan sebagai sumbu X, sedangkan kolom-kolom lainnya digunakan sebagai sumbu Y.
- Isi kolom pertama dengan nilai-nilai untuk sumbu X.
- Isi baris pertama masing-masing kolom dengan nama kategori. Nama-nama kategori ini akan tampil sebagai label di legenda grafik.
- Isi kolom-kolom lainnya dengan nilai-nilai Y. Masing-masing kolom akan menampilkan seri titik pada grafik.
- Setiap baris mewakili sebuah titik pada grafik.
Contoh 1: Sales of Ice Cream vs Temperature
| Temperature (Fahrenheit) | Ice Cream Sales |
|---|---|
| 54 | $125 |
| 58 | $175 |
| ... | ... |
Grafik ini menunjukkan bahwa penjualan es krim meningkat seiring dengan temperatur. Dengan menggunakan scatter chart, Anda dapat menemukan pola-pola dalam data dan mengetahui seberapa besar pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya.
Contoh 2: Revenue vs Expenses
| Month | Expenses | Revenue |
|---|---|---|
| January | $90,000 | $110,000 |
| February | $120,000 | $115,000 |
| ... | ... | ... |
Grafik ini menunjukkan bahwa pendapatan meningkat seiring dengan pengeluaran. Dengan menggunakan scatter chart, Anda dapat menemukan pola-pola dalam data dan mengetahui seberapa besar pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya.
Cara Membuat Scatter Chart untuk Tiga Dimensi
Jika Anda ingin membuat grafik dengan tiga dimensi, Anda dapat menggunakan bubble chart. Bubble chart menampilkan data dengan tiga dimensi: sumbu X dan Y, serta ukuran bola (bubble size).
Contoh:
| School | Number of Students | Acceptance Rate | School Type | Size |
|---|---|---|---|---|
| Summerville Prep | 400 | 95 | Elementary | 9 |
| Sunset Academy | 750 | 75 | Elementary | 8 |
| ... | ... | ... | ... | ... |
Grafik ini menampilkan data tentang jumlah siswa, tingkat penerimaan, tipe sekolah, dan ukuran bola. Dengan menggunakan bubble chart, Anda dapat menemukan pola-pola dalam data dan mengetahui seberapa besar pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya.
Cara Meng customize Scatter Chart
Anda juga dapat mengcustomisasi scatter chart dengan Google Sheets. Caranya:
- Buka spreadsheet di Google Sheets.
- Klik dua kali pada grafik yang ingin Anda ubah.
- Pada panel sisi kanan, klik "Customize".
- Pilih opsi:
- Chart style: Ganti gaya grafik.
- Chart & axis titles: Edit atau format teks judul.
- Series: Ganti warna titik, lokasi sumbu, atau tambahkan garis trend, label data, atau error bar.
- Legend: Ganti posisi legenda dan teks.
- Horizontal axis: Edit atau format teks sumbu horizontal, atau balikkan urutan sumbu.
- Vertical axis: Edit atau format teks sumbu vertikal, set nilai minimum atau maximum, atau skalakan logaritma.
- Gridlines: Tambahkan dan edit garis grid.
Dengan menggunakan scatter chart dan mengcustomisasi grafik Anda, Anda dapat lebih mudah menemukan pola-pola dalam data dan membuat keputusan yang lebih baik.