Dalam analisis data, kita seringkali memerlukan alat bantu untuk melihat hubungan antara variabel-variabel yang terkait. Salah satu alat bantu tersebut adalah Scatter Diagram (Diagram Pencar atau Diagram Tebar). Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang cara membuat dan menerapkan Scatter Diagram untuk analisis data.

Langkah-Langkah Membuat Scatter Diagram

Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus diikuti dalam membuat Scatter Diagram:

  1. Pengumpulan Data Kita perlu mengumpulkan data yang terkait dengan variabel-variabel yang ingin kita analisis. Dalam contoh kasus di atas, kita memiliki tabel tentang jumlah absensi tenaga kerja dan tingkat kerusakan.

  2. Buat Sumbu Vertikal dan Horizontal Pilih sumbu horizontal untuk variabel X (jumlah absensi) dan sumbu vertical untuk variabel Y (tingkat kerusakan). Tentukan nilai maksimum dan minimum untuk masing-masing variabel, sehingga kita dapat membuat grafik yang lebih baik.

  3. Penebaran Data Lakukan penebaran data sesuai dengan tabel di atas dengan cara menggambarkan titik-titik X dan Y.

  4. Pemberian Informasi Berikan informasi dan judul Scatter Diagram, seperti contoh dibawah ini: Judul Scatter Diagram: Hubungan antara Absensi dengan Tingkat Kerusakan Banyak pasangan data: n = 30 Judul dan unit pengukuran: Sumbu Vertikal = Tingkat Kerusakan (%) Sumbu Horizontal = Jumlah Absensi (Orang) Interval waktu: 01 ~ 30 November 2012 Nama Pembuat/Penanggung: Dickson Kho

Contoh Kasus

Dalam contoh kasus, Perusahaan A yang mempunyai tenaga kerja sebanyak 300 orang dan bergerak di bidang industri perakitan elektronik sedang menghadapi permasalahan atas tingginya tingkat kerusakan dalam produksi. Dicurigai bahwa penyebabnya adalah dikarenakan jumlah absensi operator (tenaga kerja) yang tinggi di dalam produksinya.

Berikut ini adalah tabel tentang jumlah absensi tenaga kerja dengan tingkat kerusakan:

Jumlah Absensi Tingkat Kerusakan
1-2 0,7-1,3
3-4 1,4-2,1
5-6 2,2-3,5

Pembacaan Scatter Diagram

Dari bentuk grafik yang dihasilkan, maka grafik dari Scatter Diagram di atas dinyatakan memiliki hubungan Positif (korelasi Positif) yang artinya makin tinggi jumlah absensi tenaga kerja akan mengakibatkan tingkat kerusakan yang makin tinggi pula. Jadi jika ingin mengurangi tingkat kerusakan produk, salah satu tindakan yang harus dilakukan adalah mengurangi tingkat absensi tenaga kerja.

Pola dalam Scatter Diagram

Terdapat 3 pola dalam Scatter Diagram, yaitu:

  1. POLA POSITIF SCATTER DIAGRAM Yaitu pola yang menunjukkan hubungan atau korelasi positif di antara variabel X dan Y, dimana nilai-nilai besar dari variabel X berhubungan dengan nilai-nilai besarnya variabel Y, sedangkan nilai-nilai kecil variabel X berhubungan dengan nilai-nilai kecil variabel Y.

  2. POLA NEGATIF SCATTER DIAGRAM Yaitu pola yang menunjukkan hubungan atau korelasi negative di antara variabel X dan Y, dimana nilai-nilai besar variabel X berhubungan dengan nilai-nilai kecil variabel Y sedangkan nilai-nilai kecil variabel X berhubungan dengan nilai-nilai besar variabel X.

  3. POLA TIDAK MEMILIKI HUBUNGAN (TIDAK BERKORELASI) Yaitu pola yang berkemungkinan tidak memiliki hubungan karena tidak ada kecenderungan nilai-nilai tertentu pada variabel X terhadap nilai-nilai tertentu pada variabel Y.

Video Tutorial

Bagi teman-teman yang ingin membuat Scatter Diagram di Microsoft Excel, berikut ini adalah video tutorialnya. Cara membuat Diagram Pencar/Diagram Tebar atau Scatter Plot di Microsoft Excel ini cukup mudah. Silakan dicoba!