Penggunaan scatter diagram untuk menganalisis korelasi antara dua variabel adalah salah satu teknik visualisasi data yang paling umum digunakan. Dalam artikel ini, kita akan belajar cara membuat scatter diagram dengan Microsoft Excel dan menafsirkan hasilnya.

Membuat Scatter Diagram dengan Excel

Langkah-langkah untuk membuat scatter diagram dengan Excel adalah sebagai berikut:

  1. Pilih dua variabel yang akan diuji korelasi (contoh: IQ dan Nilai Ujian).
  2. Klik kanan pada salah satu variabel dan pilih "Insert" > "Scatter".
  3. Pilih jenis scatter diagram yang sesuai dengan data Anda.
  4. Pilih warna marker dan gaya garis trendline.
  5. Klik kiri pada diagram untuk memulai analisis.

Menafsirkan Hasil Scatter Diagram

Hasil scatter diagram dapat digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel. Berikut beberapa hal yang dapat diinterpretasikan dari hasil scatter diagram:

  1. Garis trendline: Miring ke kanan berarti sifat hubungan positif, sedangkan miring ke kiri berarti sifat hubungan negatif.
  2. Markers/plot warna biru: Membentuk garis lurus yang sempit berarti hubungan sangat erat.
  3. R2 (nilai regresi kuadrat): Menunjukkan kuatnya hubungan antara dua variabel.

Contoh Analisis Korelasi dengan Scatter Diagram

Berikut adalah contoh analisis korelasi antara Engine-size dan Price menggunakan scatter diagram:

  1. Copy variable Engine-size dan Price pada lembar kerja Excel.
  2. Klik Price > Insert > Scatter.
  3. Pilih format diagram dan warna marker.
  4. Menetapkan posisi titik agar tampilan lebih rapih.
  5. Hasil scatter diagram menunjukkan bahwa ada hubungan linier positif antara Engine-size dan Price, dengan R2 sebesar 0,4959.

Contoh Analisis Korelasi dengan Scatter Diagram (Lain)

Berikut adalah contoh analisis korelasi antara Highway-mpg dan Price menggunakan scatter diagram:

  1. Copy variable Highway-mpg dan Price pada lembar kerja Excel.
  2. Klik Price > Insert > Scatter.
  3. Pilih format diagram dan warna marker.
  4. Menetapkan posisi titik agar tampilan lebih rapih.
  5. Hasil scatter diagram menunjukkan bahwa ada hubungan linier negatif antara Highway-mpg dan Price, dengan R2 sebesar 0,4709.

Kesimpulan

Penggunaan scatter diagram adalah salah satu cara efektif untuk menganalisis korelasi antara dua variabel. Dalam artikel ini, kita telah belajar cara membuat scatter diagram dengan Excel dan menafsirkan hasilnya. Berikut beberapa hal yang dapat diambil dari artikel ini:

  • Scatter diagram dapat digunakan untuk menganalisis hubungan antara dua variabel.
  • Hasil scatter diagram dapat digunakan untuk mengetahui sifat hubungan (positif atau negatif) dan kuatnya hubungan (R2).
  • Dalam analisis korelasi, kita perlu memperhatikan beberapa hal seperti garis trendline, markers/plot warna biru, dan R2.

Dengan menggunakan scatter diagram, kita dapat lebih mudah menafsirkan data dan membuat keputusan yang lebih tepat.