Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Sihanoukville di Kamboja menjadi pusat judi online yang sangat aktif. Banyak perusahaan dari Indonesia dan Tiongkok yang berinvestasi di kawasan ini. Mereka mengembangkan bisnis judi online dengan berbagai jenis permainan, termasuk slot, casino, dan lain-lain.

Pada siang hari, sebagian besar pekerja yang bekerja di Gedung Sadewa mengenakan pakaian kasual, seperti kaos dan celana pendek. Mereka mengenakan lanyard tanda pengenal terkalung di leher. Ketika malam tiba, dari jendela kaca yang memanjang masif di lantai ketiga dari dasar di Gedung Sadewa terlihat para pekerja bersiaga di depan komputer. Dari jendela kaca itu terlihat lebih dari 30 orang duduk berjaga di hadapan meja-meja panjang yang dipenuhi layar monitor komputer. Raut wajah mereka fokus mencermati layar monitor. Aktivitas itu terus berlangsung dengan pergantian sif pekerja pada waktu tertentu.

Sementara itu, akses ke lantai atas gedung itu ditutup untuk umum. Sekali waktu, sebagian pekerja turun dari lantai tiga ke lantai dasar. Ada yang menuju minimarket atau kantin. Asep, bukan nama sebenarnya, pekerja yang turun dari lantai atas, membenarkan aktivitas di gedung adalah operasional judi online meski ia tak menyebutkan nama situs judi yang ia operasikan.

Ketika ditanya apakah ia bekerja di lantai atas untuk judol (judi online), Asep merespons. "Iya (situs judi). Macam-macam yang kerja, ada telemarketing, saya di customer service," ujarnya saat sedang di KD Bar & Cafe, Rabu (6/12/2023) dini hari.

Sebagian pekerja mengenakan baju berlogo provider gim Pragmatic Play di bagian punggung. Gim slot keluaran Pragmatic Play sangat populer di Indonesia. Selain aktivitas di Gedung Sadewa, ada iklan berlabelkan IDN Video Proxy Betting dipasang pada sejumlah monitor di area hotel, termasuk di dalam kamar di Hotel Herloom di Kompong Dewa. Iklan itu menunjukkan kemudahan permainan kartu di kasino yang bisa dipantau pejudi secara langsung dari gawai. Dengan begitu, pejudi bisa dengan mudah memantau permainan dari mana saja.

Para pekerja juga memiliki mobil dengan plat nomor berbahasa Indonesia. Terlihat di depan gedung HP Avenue, masih di kawasan Sihanoukville. Plat nomor itu misalnya, "APAANTUH", "PENDEKAR", "PASUKAN", juga "HOKI OKE".

Dubes RI untuk Kerajaan Kamboja Santo Darmosumarto menjelaskan aturan perjudian di Kamboja. "Peraturannya, baik (judi) darat maupun online, haram untuk orang Kamboja. Jadi, mereka menyediakan ini untuk (orang) asing, baik pekerja maupun pelanggannya. Investor juga sama, baik Indonesia maupun Tiongkok," katanya.

Menurut dia, bisnis judi milik WNI yang konsetrasinya terbesar ada di Kota Sihanoukville. Ia pun menyebut contoh Holiday Palace dan Kompong Dewa Resor sebagai entitas bisnis perjudian yang dikelola investor Indonesia.

Pihak regulator Kamboja dapat memberikan lisensi tersebut kepada pebisnis judi dengan syarat pebisnis yang bersangkutan harus juga mendirikan kasino darat (landed casino). Membesarnya ekosistem bisnis judi di Kamboja, yang turut melibatkan investasi Indonesia itu, turut menumbuhkan usaha sampingan pendukung dari WNI. Misalnya saja, rumah-rumah makan, restoran, minimarket, tempat karaoke, dan kelab malam.

Tak heran, misalnya, rumah makan masakan Indonesia amat mudah dijumpai berserakan di Kota Sihanoukville.