Dalam enam bulan terakhir, situasi online gambling di Indonesia semakin parah. Situs-situs judi baru terus muncul, banyak menggunakan server yang terletak di luar negeri, seperti di Kamboja dan Filipina, sehingga sulit bagi otoritas di Jakarta untuk menutup situs-situs tersebut.

Menurut Kementerian Komunikasi dan Informasi, jumlah situs online judi di negara ini tumbuh sebanyak 10.000 per hari. Artinya, mengganggu situs-situs tidak efektif seperti memperketat buku-buku dan operator, menghapus iklan, serta menghambat jalur pembayaran.

Gambling online telah menjadi epidemi yang memerlukan tanggapan serius dari pemerintahan.

Kasus-Kasus Keterlaluan

Phenomenon ini melibatkan semakin banyak orang Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat kurang berada. Setidaknya 2% orang-orang yang terkena dampak adalah anak-anak di bawah umur 10 tahun. Setidaknya 14 kasus bunuh diri dalam satu tahun terakhir disebabkan oleh kebangkrutan finansial karena adiksi.

Presiden Joko Widodo meminta kebijakan untuk menghadapi "judi online".

Kondisi Keterlaluan

Situasi yang paling serius adalah bahwa kerugian total sebesar triliun rupiah telah dialirkan ke puluhan negara ASEAN, seperti dikatakan oleh Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan, Hadi Tjahjanto.

"Juta-juta rupiah telah berakhir di kantong setidaknya 20 negara," kata Tjahjanto. "Pemegang hak adalah anggota-anggota ASEAN."

Ketua Pusat Analisis dan Laporan Transaksi Keuangan (Ppatk), Ivan Yustiavandana, mengkonfirmasi bahwa agensi tersebut telah membekukan semua kegiatan finansial.

Angka-angka yang Menyebabkan Ketakutan

Tjahjanto juga mengungkapkan bahwa 2% anak-anak di bawah umur 10 tahun terkena dampak adiksi judi, namun angka sebenarnya mungkin lebih tinggi.

11% orang-orang antara 10-20 tahun terkena dampak, atau sebanyak 440.000 orang. Lagi, 13% orang-orang antara 21-30 tahun terkena dampak, atau sebanyak 520.000 orang. Mayoritas penjudi yang mengalami masalah adiksi adalah orang-orang antara 30-50 tahun dan mencapai 40% dari total (1,640.000 orang). Sisanya dibuat oleh orang-orang di atas umur 50 tahun, atau sebanyak 34%.

Penyebab Keterlaluan

Tjahjanto juga menyoroti bahwa mayoritas penjudi datang dari "strata sosial rendah". Mereka menghabiskan rata-rata antara 10.000 hingga 100.000 rupiah, sementara yang lebih kaya "bakar" sebanyak 40 milyar rupiah. Jumlah orang-orang dengan penghasilan rendah adalah sekitar 80%, atau sebanyak 2,3 juta orang.

Tindakan Pemerintahan

Kepolisian akan segera menghapus semua situs yang berhubungan dengan online gambling di internet. "Kepolisian akan segera terlibat operasi hukum," kata Tjahjanto. Sementara itu, setidaknya 4-5 ribu rekening bank telah dibekukan.

Bunuh Diri

Tidak hanya adiksi judi dan taruhan yang mengantarkan puluhan orang Indonesia untuk mengambil nyawa karena kesulitan finansial yang diakibatkan oleh hilangnya uang dan simpanan. Hal ini juga berhubungan dengan pinjaman online yang telah mengantarkan orang-orang pada gelombang emosi untuk memilih bunuh diri agar dapat menghindari keputusan yang penuh frustrasi karena hilangnya aset.

Data terkini menjelaskan bahwa sejak awal 2023 hingga April 2024, terjadi setidaknya 14 kasus bunuh diri disebabkan oleh kebangkrutan finansial karena adiksi online gambling.