======================================================

Artikel ini pertama kali terbit pada tanggal 19 Desember 2023, dengan judul "Le chant des bourgeons" yang berarti "The Song of the Blossoms". Artikel ini berisi kritikan terhadap politikus dan sistem politik yang penuh tipu daya.

Kesempatan reniement politikal yang dialami oleh beberapa politruk tidak akan mengejutkan siapa pun kecuali orang-orang yang sangat naif dan tidak mengetahui bahwa janji-jANJI politik hanya berlaku bagi mereka yang percaya. Siapa pun yang tidak tahu, bagaimana politikus memerlukan kemampuan untuk berbohong dan mengubah pendapat.

Dalam artikel ini, penulis mengutip frase "Les services de l'État estiment que 18,4 millions de français (plus d'un quart de la population) habitent dans une zone exposée à des inondations d'ampleur exceptionnelle" yang dituliskan Ouest France pada tanggal 24 November 2023. Penulis menyorot bahwa walaupun beberapa politruk sebelumnya mengklaim bahwa perubahan iklim hanya "grosse fable", namun data ini menunjukkan bahwa situasi sebenarnya sangat berbeda.

Artikel ini juga membahas topik Israël-Palestina dan bagaimana konflik diantara keduanya mempengaruhi orang-orang yang tidak terlibat. Penulis mengutip pernyataan Albert Camus bahwa "Quelle que soit la cause que l'on défend, elle restera toujours déshonorée par le massacre aveugle d'une foule innocente".

Selain itu, artikel ini juga membahas tema "La position du tireur couché" yang berarti "The Position of the Lying Down Shooter". Penulis mengutip biografi Alexander Trocchi, anggota dari Internationale Situationniste, dan bagaimana hidupnya penuh konflik.

Terakhir, artikel ini juga membahas tema "Saloperies de victimes" yang berarti "Victim's Excuse". Penulis menyorot bahwa kebiasaan untuk meminta simpati hanya karena diri sendiri menjadi korban tidaklah benar. Penulis mengutip beberapa pernyataan yang dikutip dalam artikel ini, antara lain "Il y a un mot qui ressort fréquemment, c'est celui de victime", "Cette culture de l'excuse est insupportable", dan "Les adeptes de l'excuse victimaire adressent un crachat quotidien aux innombrables familles pauvres et immigrées où l'on respecte la loi".

Dalam kesimpulan, artikel ini adalah kritikan terhadap sistem politik yang penuh tipu daya dan korupsi. Penulis mengutip beberapa contoh bagaimana politruk memanipulasi fakta dan meminta simpati hanya karena diri sendiri menjadi korban.