Malaysia dalam Perundingan untuk Pembukaan Kasino di Forest City
Dalam beberapa tahun terakhir, Malaysia telah mengalami keterlambatan perkembangan wilayah-wilayah pengembangannya, termasuk Forest City, daerah perumahan berkelanjutan sebesar 2.000 hektar yang terletak di sebelah barat Singapura dan sekitar empat kali lebih besar dari Sentosa. Namun, dengan adanya perkembangan baru, Malaysia mungkin akan mengembangkan wilayah ini menjadi kawasan wisata dan bisnis lainnya.
Sementara itu, Forest City sendiri telah lama dianggap sebagai "kota hantu" karena memiliki tingkat pendudukan yang rendah. Namun, berbagai pihak menyatakan bahwa pembukaan kasino di wilayah ini dapat menjadi strategi untuk meningkatkan aktivitas bisnis dan menarik pengunjung ke daerah tersebut.
Menurut beberapa sumber, Malaysia sedang dalam perundingan dengan Berjaya Corp dan Genting Group untuk potensi membuka kasino di Forest City. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim sendiri telah berbicara tentang hal ini setelah beberapa pertemuan yang difokuskan pada SEZ (Special Economic Zone) dan zona keuangan khusus - memberikan tarif pajak khusus dan visa - di Forest City.
Namun, pembukaan kasino lainnya di Malaysia dapat memicu reaksi politik dari mayoritas Muslim-malay yang dominan di negeri ini. Pemerintahan Anwar sendiri telah berjuang untuk mendapatkan dukungan penuh dari kalangan itu.
Sementara itu, beberapa bisniswan Johor juga telah mengungkapkan bahwa proposal untuk kasino di Johor telah dipikirkan lebih dari satu dekade lalu, sebagai bagian dari upaya meningkatkan ekonomi Johor. Mereka berpendapat bahwa kasino dapat menjadi syarat besar-besaran untuk meningkatkan aktivitas bisnis dan menarik pengunjung ke daerah tersebut.
Kenyataan bahwa Forest City memiliki 70% properti yang telah terjual, seperti diklaim oleh pemerintahan Johor pada tanggal 22 April, namun tidak berarti bahwa wilayah ini sudah siap untuk digunakan. Wilayah ini masih dianggap sebagai "kota hantu" karena pendudukan yang rendah.
Dalam perundingan ini, Malaysia juga harus mempertimbangkan masalah Islam yang melarang judi. Namun, beberapa pihak berpendapat bahwa kasino-kasino lainnya seperti Genting Highlands telah beroperasi lebih dari setengah abad tanpa masalah apa pun, karena aturan-aturan yang mengharuskan Muslim tidak boleh memasuki area perjudian.
Jika kasino ini benar-benar dibuka, maka Malaysia dapat mendapatkan tambahan pendapatan sebesar RM5 miliar setiap tahunnya, seperti yang dilaporkan oleh Genting Malaysia. Hal ini juga dapat membantu pemerintahan Anwar mengurangi defisit fiskal yang signifikan.
Dalam artikulasi yang diterbitkan oleh UOB Kay Hian, dijamin bahwa kasino-kasino lainnya seperti RWS (Resorts World Sentosa) di Singapura akan tetap lebih menarik bagi pengunjung internasional dan premium daripada kasino di Johor.
Dalam kesimpulan, pembukaan kasino di Forest City dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan aktivitas bisnis dan menarik pengunjung ke daerah tersebut. Namun, pemerintahan Malaysia harus mempertimbangkan masalah Islam yang melarang judi sebelum mengambil keputusan.