Permainan Gaplek: Hiburan Rakyat di Empat Lawang dan Perbatasan Sumsel-Bengkulu
Di beberapa daerah di Indonesia, terutama di perbatasan Sumsel-Bengkulu, ada sebuah permainan tradisional yang bernama gaplek. Permainan ini sangat populer dan menjadi hiburan rakyat bagi masyarakat setempat.
Menurut pembalap Fadillah Arbi Aditama, Castells atau Gaplek adalah permainan yang telah dilakukan selama lebih dari 200 tahun di Catalonia, Spanyol. Permainan ini juga sangat populer di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Empat Lawang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.
Permainan gaplek sendiri dapat dimainkan oleh siapa pun, tanpa membutuhkan skill khusus dan persiapan yang berat. Permainan ini hanya menggunakan bahan-bahan sederhana seperti kertas atau kayu, sehingga sangat mudah untuk dipahami dan dimainkan.
Di daerah Empat Lawang, permainan gaplek biasanya dimainkan oleh para pria sebagai hiburan rakyat. Mereka bermain bersama-sama, tanpa membutuhkan taruhan uang atau hadiah yang besar.
Selain di Empat Lawang, permainan gaplek juga sangat populer di beberapa daerah lainnya, seperti di Provinsi Jambi dan Kota Surabaya, Jawa Timur. Di Jambi, permainan ini disebut main balak, sedangkan di Surabaya, permainan ini dikenal dengan nama ceqi.
Di Surabaya, permainan ceqi biasanya dimainkan oleh para kaum lelaki sebagai hiburan rakyat. Mereka bermain bersama-sama, menggunakan bahan kertas atau kayu. Bahkan, ada juga gaplek yang berbahan keramik, namun sulit didapatkan.
Permainan gaplek tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tapi juga dapat dijadikan sebagai ajang silaturahmi dan perayaan. Contohnya, PDIP Sumsel menggelar lomba gaplek sebagai bagian dari perayaan Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 2022 lalu.
Permainan gaplek memang sangat merakyat dan menjadi bagian dari budaya setempat. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk melestarikan tradisi ini dan menjadikannya sebagai salah satu sumber hiburan rakyat di daerah Empat Lawang dan perbatasan Sumsel-Bengkulu.
Fakta atau Hoaks?
Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.