Dalam kehidupan sehari-hari, permainan kartu gaple menjadi salah satu hiburan yang digemari oleh banyak orang. Permainan ini berasal dari daerah Sunda di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Istilah "ngoraan" dalam permainan gaple berarti memperlambat terjadi gapleh, biasanya dipakai oleh pemain yang cupu dan takut kalah.

Aturan Permainan Gaple

Permainan gaple melibatkan maksimal 4 pemain yang masing-masing mendapat 7 kartu dengan bangun ruang secara acak. Pemain yang kartunya habis terlebih dahulu menjadi pemenang, sementara pemain berikutnya berhak membuang kartu pertama. Bila terjadi keadaan tidak ada kartu yang dapat dibuang lagi, pemenang ditentukan berdasarkan jumlah kartu tersisa.

Etnomatematika Bermain Gaple

Bermain gaple tidak hanya mengandung unsur yang bisa menimbulkan penyakit masyarakat tetapi juga untuk melatih kemampuan berpikir matematika tingkat tinggi. Kajian etnomatematika dalam permainan gaple dapat membantu meningkatkan kemampuan matematis dan meningkatkan keterampilan siswa.

Kesimpulan

Permainan gaple adalah salah satu bentuk hiburan yang menarik bagi banyak orang, terutama di daerah Sunda. Aturan permainan gaple dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir matematika dan meningkatkan keterampilan siswa. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang etnomatematika dalam permainan gaple untuk meningkatkan kemampuan matematis dan meningkatkan keterampilan siswa.

Referensi

Alghadari, F., & Son, A. L. (2018). Teori dan Kemampuan Matematis dalam Permainan Kartu Gaple: Kajian Etnomatematika. Wacana Akademika: Majalah Ilmiah Kependidikan, 2(1), 25-37.

Catatan

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.