Gaple: Permainan Kartu yang Acap Berujung Judi
Kompas.com - Gaple adalah sejenis permainan kartu tradisional asli Indonesia yang menggunakan kartu persegi panjang dengan garis pembatas dan titik-titik yang menunjukkan angka. Dalam artikel ini, kita akan menelusuri kembali sejarah gaple, mulai dari asal-usulnya hingga bagaimana permainan ini telah menjadi bumerang bagi banyak orang.
Sejarah Gaple
Menurut beberapa sumber, gaple berasal dari China. Namun, versi muasalnya punya kisah berbeda. Dinasti Song yang memerintah China pada 1162-1494 mengenal gaple sebagai permainan rakyat kebanyakan. Biasanya, permainan ini dilakukan saat festival Wulin.
Versi lain dari kisah gaple berasal dari sosok Hung Ming yang hidup di masa 181-234 Maseehi. Menurut cerita, Hung Ming menciptakan gaple agar prajurit penjaganya tidak mengantuk saat berjaga malam.
Permainan Gaple
Gaple dimainkan dengan menggunakan kartu persegi panjang yang terdiri dari 28 kartu. Kartu-kartu ini memiliki garis pembatas yang membagi sama sisi muka kartu, serta titik-titik yang menunjukkan angka.
Kartu gaple yang paling tinggi adalah kartu dengan titik 6 di bagian kiri dan 6 di bagian kanan. Permainan ini dilakukan dengan cara mengadu kartu antara pemain lawan.
Dalam beberapa versi permainan, kartu gaple dapat berupa kartu-kartu yang memiliki simbol-simbol tertentu, seperti gambar bunga, hewan, atau objek lainnya. Namun, dalam versi permainan yang paling populer, kartu-kartu ini hanya memiliki titik-titik dan garis pembatas.
Permasalahan Gaple
Sayangnya, permainan gaple acap disalahgunakan dan berujung judi atau taruhan. Banyak orang menggunakan permainan ini sebagai sarana untuk mendapatkan uang dengan cara menawar kartu yang paling tinggi.
Dalam beberapa kasus, permainan gaple telah menjadi bumerang bagi banyak orang. Mereka jadi terjebak dalam hutang dan kehilangan uang akibat ketergantungan pada permainan ini.
Solusi Gaple
Untuk menghindari permasalahan-permasalahan yang timbul dari permainan gaple, beberapa ahli merekomendasikan agar orang-orang berhenti menggunakan permainan ini sebagai sarana untuk mendapatkan uang. Sebagai ganti, mereka harus mencari cara lain untuk menghabiskan waktu dan mengalokasikan uangnya dengan bijak.
Selain itu, pemerintah juga harus lebih aktif dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang timbul dari permainan gaple. Mereka dapat membuat aturan-aturan yang lebih ketat untuk menghambat kemunculan permainan ini di tengah masyarakat.
Referensi 1.^Per Unicode versi 8.0 2.^Abu-abu berarti titik kode kosong
Referensi:
- Lo, Andrew. "The Game of Leaves: An Inquiry into the Origin of Chinese Playing Cards," Bulletin of the School of Oriental and African Studies, University of London, Vol. 63, No. 3 (2000): 389-406.
- 乔光辉、郭威、王骏. 《宣和牌谱》瞿佑作辨伪 (dalam bahasa Tionghoa). 《中华文化论坛》2009年01期. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-01-04. Diakses tanggal 2014-01-04.
- Pickover, Clifford A. (2002). The Zen of Magic Squares, Circles, and Stars. Princeton: Princeton University Press. ISBN 0-691-11597-4.
Bacaan Lanjutan: Efek Domino Pencopotan Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U20