Gaple adalah salah satu permainan kartu yang sangat populer di Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat Sunda. Permainan ini memerlukan strategi dan keahlian dalam menghitung kartu agar tidak kalah. Selain itu, gaple juga memerlukan istilah-istilah khusus untuk berkomunikasi dengan pemain lainnya. Berikut adalah beberapa istilah yang sering digunakan dalam main gaple orang Sunda.

#4 Malitek Pertama kali ikut main gaple, Mas Dahlan kaget saat saya mengatakan, "Ajig malitek". Istilah "malitek" biasanya digunakan ketika kartu yang kita miliki udah optimis bisa menyelesaikan permainan dengan cepat, tapi malah salah perhitungan. Pemain lain bakal bilang, "Awas malitek, euy" hal ini dikarenakan terlalu asyik bisa melewati teman sebelah. Sehingga, ujung-ujungnya nepok jidat. Bahkan, kadang-kadang gara-gara istilah "malitek" ini kita sendiri yang nantinya dilewati.

#5 Nenggar Cadas! Istilah yang paling menakutkan ketika main gaple adalah "nenggar cadas!" Gambarannya begini, kalau permainan terjadi gapleh, otomatis semua pemain menghitung kartunya masing-masing. Ketika dihitung, ternyata pemain yang menggaplehkan itu angkanya paling besar. Maka, siap-siap saja ditertawakan oleh tiga pemain lain. Bagaimana tidak ditertawakan, dia yang menyudahi permainan, tapi dia yang kalah. Goblok banget.

#6 Sapat! Nah, kalau tidak terjadi gapleh, maka istilah "sapat!" ini bakal kalian dengar. Istilah "sapat!" diucapkan oleh pemain yang kartunya habis lebih dulu. Sehingga, kalau terjadi "sapat!" maka otomatis diadakan lah perhitungan kartu. Yang kartunya dihitung, hanya tiga pemain saja. Perhitungannya, dari tiga pemain itu ketika kartunya ditotalkan memperoleh angka tinggi, maka dia yang kalah. Dan siap-siap saja mengocok kartu di permainan selanjutnya.

Bagi pemain yang sudah "sapat!" maka di permainan selanjutnya akan mengeluarkan kartu lebih dulu. Biasanya kartu yang dikeluarkan kartu balak. Paling balak lima dulu kalau kebetulan mempunyai balak lima.

#7 Balikan deui Istilah "balikan deui" yang berarti ulangi lagi diucapkan ketika kartu yang kita terima balaknya ada lima kartu. Langsung saja melakukan pengocokan ulang.

#8 Kolotan Istilah "kolotan" hampir sama dengan istilah "buntutan". Tujuannya untuk mempercepat terjadi gapleh. Ketika orang Sunda bilang, "Sok eta kartuna kolotan" kita harus peka menghitung angka mana yang harus digaplehkan.

#9 Ngoraan Istilah "ngoraan" ini kebalikannya dari istilah "kolotan". Tujuannya untuk memperlambat terjadi gapleh. Biasanya pemain yang ngomong "ngoraan euy" adalah pemain cupu. Takut kalah diaaa~

Itulah istilah-istilah main gaple orang Sunda. Hati-hati, NENGGAR CADAS!