Tanggal: 30 April 2020

PT Bank Pan Indonesia Tbk, sebuah perusahaan bank asal Indonesia yang menyajikan jasa keuangan, telah mengumumkan hasil laporan keuangannya untuk tahun terakhir yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019. Dalam laporan tersebut, bank ini melaporkan bahwa laba pertama semester (H1) turun sebesar 60% akibat adanya charges loan-loss.

Bank ini membagi segmentasi usahanya menjadi dua, yaitu Banking dan Multi-finance. Produk keuangan yang ditawarkan oleh bank ini mencakup berbagai jenis produk tabungan, kredit, serta jasa lainnya. Produk tabungan yang ditawarkan meliputi Tabungan Panin, Tabungan Junior, Tabunganku, dan lain-lain. Sementara itu, produk kredit meliputi Kredit Express Panin, Mortgage Loan, Multipurpose Loan, SMART Panin, Micro Loan, Credit Card, Corporation Loan, dan Syndicated Loan.

Dalam laporan keuangannya, PT Bank Pan Indonesia Tbk juga mengumumkan bahwa laba operasional pertama semester (H1) tahun 2019 sebesar Rp 4.35 triliun, naik 15% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, rasio credit-to-deposit ratio mencapai 73,3%.

Loan-loss charges yang terjadi pada bank ini diakibatkan oleh adanya penurunan nilai aset kredit yang dikelola oleh bank. Penurunan nilai aset kredit tersebut berdampak pada pengurangan laba operasional bank.

Dalam upaya meningkatkan kemudahan pelayanan jasa keuangan, PT Bank Pan Indonesia Tbk juga mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memungkinkan nasabahnya melakukan transaksi 24 jam selama 7 hari nonstop melalui ATM, Internet Panin, Biznet Panin, Mobile Panin, dan Phone Banking.

Selain itu, bank ini juga menghadirkan program Tabungan Panin Super Bonanza yang menawarkan hadiah grand prize sebesar Rp 8 miliar, 52 mobil MINI Cooper 5-Door, serta 1.040 motor Yamaha Nmax. Program tersebut berlaku mulai tanggal 1 Maret 2017 hingga tanggal 28 Februari 2018.

Dalam laporan keuangannya, PT Bank Pan Indonesia Tbk juga mengumumkan bahwa pendapatan bank ini mencapai Rp 34.55 triliun, naik 10% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, biaya operasional bank mencapai Rp 14.35 triliun, naik 12% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam kesimpulan, PT Bank Pan Indonesia Tbk menghadapi tantangan dalam meningkatkan laba operasionalnya akibat adanya loan-loss charges yang terjadi pada bank. Namun, bank ini tetap berusaha meningkatkan kemudahan pelayanan jasa keuangan serta meningkatkan pendapatan melalui program-program yang ditawarkan oleh bank.

Simak: Awal Maret, IHSG Diprediksi Cenderung Koreksi Raja Arab Pilih Berlibur ke Bali, Ini Alasannya