Fusarium spp.: Patogen Penting pada Tanaman Jagung
Fusarium spp. adalah salah satu patogen penyebab penyakit penting pada tanaman jagung yang dapat ditularkan melalui benih dan tanah. Patogen ini menyebabkan pembusukan pada batang, tongkol, dan biji jagung. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang Fusarium spp., serta bagaimana mengelola penyakit tersebut.
Ketentuan Jaminan
Sebelum kita mulai, perlu diingat bahwa perusahaan memberikan jaminan atas mutu benih sesuai dengan standar pemerintah. Tanggung jawab perusahaan adalah terbatas pada jumlah benih yang dibeli dan tidak termasuk biaya lainnya.
Budidaya Jagung Manis BONANZA F1
Persiapan Lahan
Pengolahan tanah dimaksudkan untuk menyediakan media tumbuh bagi tanaman agar dapat menyerap hara dalam jumlah optimum. Untuk tanah yang relatif berat pengolahan dilakukan agak intensif, sedangkan pada tanah yang relatif ringan pengolahan minimum dapat dilakukan. Pengolahan lahan pertama dimulai 15 hari sebelum tanam, yaitu membalikkan atau membajak tanah, selama satu minggu tanah dibiarkan untuk memperbaiki aerasi dan drainase tanah serta membunuh organisme tanah yang bisa mengganggu tanaman. Satu minggu kemudian dilakukan pengolahan kedua dengan meratakan tanah dan membentuk petakan-petakan penanaman. Diantara petakan dibuat saluran air atau parit dengan lebar 35 cm. Pada tanah-tanah yang kurang subur diatas petakan-petakan penanaman disebar pupuk kandang 2.5 ton/ha, kemudian diaduk secara merata.
Penanaman
Penanaman dilakukan pada petakan-petakan yang telah dibentuk. Pada saat tanam, tanah harus lembab tetapi tidak becek, jarak tanam yang digunakan 75 cm x 25 cm. Tanah ditugal dengan kedalama 2 cm pada musim hujan, dan 4 cm pada musim kering, kemudian dilakukan penanaman. Bila kondisi lahan optimum gembur, aerasinya dan drainasenya baik digunakan satu benih perlubang tanam, tetapi jika kondisi lahan kurang optimum digunakan 2 benih perlubang tanam. Untuk menghindari serangan serangga ditaburkan karbofuran disekitar benih.
Pemeliharaan
Penjarangan tanaman dapat dilakukan pada umur 2 - 3 minggu setelah tanam. Dipelihara tanaman yang sehat dan tegap sehingga diperoleh populasi tanaman yang diinginkan. Penyulaman dapat dilakukan pada umur satu minggu setelah tanam. Periode kritis persaingan tanaman dan gulma terjadi sejak tanam sampai peride sepertiga atau seperempat dari daur hidupnya. Penyiangan pertama dilakukan pada umur 15 hari setelah tanam dan harus dijaga agar tidak merusak atau menggangu akar tanaman. Penyiangan kedua dilakukan sekaligus pembumbunan pada waktu pemupukan kedua. Pembumbunan dilakukan untuk memperkokoh batang, memperbaiki drainase dan mempermudah pengairan.
Pemanenan
Tanaman jagung Bonanza F1 dapat dipanen pada umur 83 hari setelah tanam untuk tujuan konsumsi segar. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan melihat langsung kondisi tongkol atau dengan menekan langsung ibu jari biasanya berada pada sepertiga biji jagung. Pada pertumbuhan optimum tanaman jagung Bonanza F1 mampu menghasilkan 33-34 ton/ha dengan populasi 53.000 untuk jagung segar.
Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa Fusarium spp. adalah patogen penting pada tanaman jagung yang memerlukan perhatian khusus dalam budidaya. Dalam artikel ini, kita telah membahas tentang persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan untuk menghasilkan tanaman jagung Bonanza F1 yang optimal.