Perlu diketahui bahwa saat ini kita hidup dalam sebuah dunia yang penuh dengan predator, egoisme pembunuh, keindiforan berupa kematian, serta perilaku licik dan agresi. Mereka yang berbicara tentang "Bling-bling" dan "hukum caritatif", sementara mengabaikan masalah-masalah yang sebenarnya.

Ada beberapa alasan mengapa kita tidak dapat lagi menoleransi keadaan ini. Salah satu alasan adalah karena kita hidup dalam sebuah dunia yang penuh dengan tipu muslihat dan manipulasi. Politikus-pendidikan telah menjadi bagian dari permainan, dan mereka hanya berbicara tentang hal-hal yang tidak signifikan.

Namun, pada akhirnya, kita harus memahami bahwa keadaan ini tidak akan berubah jika kita tidak mengambil tindakan. Kita harus menjadi bagian dari komunitas-komunitas yang tidak siap untuk menerima apa adanya, namun ingin menjabarkan sesuatu.

Bencana Alam

Saya ingat sebuah berita bahwa 18,4 juta orang Prancis (lebih dari seperempat penduduk) tinggal di wilayah yang rentan terhadap bencana alam. Ouest France, 24 November 2023.

Kami harus memahami bahwa perubahan iklim ini tidak hanya berupa mitos. Kami harus mengambil tindakan sebelum itu terlambat. Namun, sepertinya banyak orang yang enggan untuk mengambil tindakan dan lebih suka menyepelekan masalah-masalah ini.

Israël-Palestina: Engrenage yang Mengerikan

"Apapun tujuan yang kita defend, tetapi mereka akan selalu dihormati oleh pembantaian tidak terstruktur terhadap massa orang tak bersalah." - Albert Camus

Kami harus memahami bahwa kekerasan hanya dapat memuncakkan kekerasan. Kami tidak boleh mengambil tindakan yang sama dengan musuh kita. Kita harus menjadi bagian dari komunitas-komunitas yang tidak siap untuk menerima apa adanya, namun ingin menjabarkan sesuatu.

Penyelesaian yang Tidak Jelas

Christophe Bourseiller, seorang jurnalis yang menyatakan dirinya sebagai "spesialis minoritas", telah menulis sebuah buku tentang Alexander Trocchi, anggota Internationale Situationniste. Kami harus memahami bahwa kehidupan individu ini tidaklah berbeda dengan kehidupan kita sendiri.

Saloperies dari Korban

"Ada kata yang sering muncul, yaitu kata 'korban'. Saya adalah korban, maka saya tidak bertanggung jawab."1 "Budaya excuses ini sangat tidak toleran."2 "Pengikut budaya excuses yang mengarahkan ludah setiap hari kepada banyak keluarga miskin dan imigran di mana hukum dilakukan."3

Kami harus memahami bahwa korban hanya dapat menjadi korban jika kita sendiri yang mau menjadi korban. Kita tidak boleh menjadi bagian dari komunitas-komunitas yang mengabaikan masalah-masalah ini.

Saya berharap artikel-artikel di atas dapat memberikan gambaran yang jelas tentang keadaan dunia sekarang. Saya juga berharap artikel-artikel ini dapat membantu kita untuk menjadi bagian dari komunitas-komunitas yang tidak siap untuk menerima apa adanya, namun ingin menjabarkan sesuatu.