Putera Sampoerna, seorang pengusaha Indonesia kaya raya, telah lama dihubungkan dengan kasino mewah Les Ambassadeurs di London. Namun, kini terjadi perubahan signifikan dalam statusnya sebagai pemilik kasino tersebut.

Dalam beberapa tahun belakang, Sampoerna dianggap sebagai pemilik kontrol Kasino Les Ambassadeurs, yang menjadi tujuan favorit para pemain sepak bola Premiership serta miliarder retail Sir Philip Green. Namun, sebuah pernyataan dari Mason, pengelola kasino tersebut, menegaskan bahwa Sampoerna tidaklah memiliki kasino ini.

Pernyataan tersebut datang beberapa bulan setelah investor Steve Egan mengakuakan dakwaan terhadap Jason dan Justin Drummond, kakak-kakak yang menjadi tujuan balik untuk Kasino Les Ambassadeurs. Dakwaan tersebut menuduh bahwa Drummond brothers telah menjual alamat web secara rahasia kepada Mason.

Dalam kenyataannya, Mason tidak memiliki alamat web yang diklaim oleh Egan. Namun, pernyataan tersebut mengarahkan ke pertanyaan tentang siapa sebenarnya pemilik Kasino Les Ambassadeurs.

Pernyataan lainnya datang dari Putera Sampoerna sendiri, yang dianggap memiliki kekayaan pribadi sebesar $1,8 miliar setelah menjual bisnis tembakau keluarganya kepada Philip Morris seharga $5,2 miliar pada tahun 2005.

Sampai saat ini, Mason masih berusaha mempertahankan statusnya sebagai pemilik kasino tersebut. Namun, dengan adanya pernyataan bahwa Sampoerna tidak memiliki kasino tersebut, maka pertanyaan mengenai siapa sebenarnya pemilik Kasino Les Ambassadeurs tetap belum terjawab.

Dalam kaitannya dengan hal ini, Gibraltar, wilayah Inggris di Laut Mediterania, berencana untuk meluncurkan register ownership publik pada bulan Januari. Register tersebut akan menjadi referensi bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam mengetahui siapa sebenarnya pemilik sebuah perusahaan.

Ketika ini, aktivis-aktivis telah menyambut rencana Gibraltar dengan gembira. Mereka memuji langkah tersebut sebagai langkah menuju transparansi korporasi yang lebih baik untuk semua pihak.

Latar Belakang

Pada tahun 2005, Sampoerna menjual bisnis tembakau keluarganya kepada Philip Morris seharga $5,2 miliar. Kekayaan pribadi Sampoerna ditaksir sebesar $1,8 miliar setelah penjualan tersebut.

Pada tahun 2006, Sampoerna dibeli Kasino Les Ambassadeurs seharga £115 juta. Namun, kini terjadi perubahan signifikan dalam statusnya sebagai pemilik kasino tersebut.

Dalam beberapa tahun belakang, Mason telah menjadi tujuan balik para investor dan pengusaha lainnya. Mereka mengklaim bahwa Mason memiliki alamat web yang tidak diketahui oleh publik.

Namun, pernyataan dari Mason sendiri menegaskan bahwa mereka tidak memiliki alamat web tersebut. Dengan demikian, pertanyaan mengenai siapa sebenarnya pemilik Kasino Les Ambassadeurs tetap belum terjawab.

Pernyataan

"Details kept on the register are already available to competent authorities such as law enforcement, income tax authorities, financial regulators, gambling supervisors," kata juru bicara pemerintah Gibraltar.

Gibraltar is committed to the existing OECD international standard as regards the sharing of registers of ultimate beneficial ownership," tambahnya.

Referensi

OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) adalah organisasi internasional yang berfokus pada pengembangan ekonomi dan keuangan. Standar internasional OECD berhubungan dengan transparansi korporasi memungkinkan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengetahui siapa sebenarnya pemilik sebuah perusahaan.

Spotlight on Corruption adalah organisasi non-profit yang berfokus pada pengembangan transparansi korporasi dan anti-korupsi. Mereka memuji Gibraltar atas rencana meluncurkan register ownership publik.