Tentang Rasa Hidup tanpa
Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah melihat peningkatan drastis dalam jumlah orang yang terkena dampak banjir di Prancis. Menurut data dari pemerintah Prancis, sekitar 18,4 juta orang (lebih dari seperempat penduduk Prancis) tinggal di wilayah yang rentan terhadap banjir besar-besaran.
Mengingat hal ini, kita tidak dapat melupakan kembali pada tahun lalu ketika para "premier de cordée" kita berbicara tentang ketergangatan iklim. Mereka menganggap klaim-klaim ilmuwan sebagai sebuah mitos, dan ingin melewatkan COP (Conference of the Parties) untuk mengkalim kekhawatiran mereka.
Namun, mari kita balik pada tema lain. Sebuah perang saudara yang telah berlangsung selama bertahun-tahun diantara Israel dan Palestina. Kita semua tahu bahwa perang ini tidak hanya menyebabkan korban jiwa, tetapi juga memerangi moral.
Seorang filsuf terkemuka, Albert Camus, pernah berkata: "Apapun alasan yang kita pertahankan, akan selalu dipermalukan oleh pembunuhan secara ajaib terhadap massa tak bersalah." Dalam hal ini, tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan kejam. Meskipun perang saudara di Israel dan Palestina memiliki sejarah panjang dan kompleks, kita tidak dapat melupakan bahwa setiap korban jiwa adalah korban jiwa yang tak bersalah.
Kembali pada tema lain. Seorang jurnalis Prancis, Christophe Bourseiller, telah menulis sebuah buku tentang Alexander Trocchi, anggota Internationale Situationniste. Buku ini berfokus pada kehidupan Trocchi yang penuh dengan kontradiksi dan cacophony.
Namun, mari kita kembali pada tema lain lagi. Sebuah budaya yang terlalu membandingkan diri sendiri sebagai korban. Kita semua tahu bahwa setiap korban jiwa adalah korban jiwa yang tak bersalah, tetapi budaya ini menganggap dirinya sebagai korban dan tidak mau bertanggung jawab.
Maka, mari kita kembali pada tema utama: bagaimana kita dapat hidup tanpa... tanpa klaim-klaim ilmuwan, tanpa perang saudara, tanpa korban jiwa yang tak bersalah? Bagaimana kita dapat hidup dengan penuh kesadaran dan kepedulian terhadap sesama?
Artikel ini adalah bagian dari seri artikel berjudul "Alors, ça baigne?" yang akan menceritakan tentang tema-tema yang lebih luas dan lebih dalam.