Berhenti Melayani Dunia yang Menghisap
Kita telah melihat berbagai halangan, keegoisan, dan kejahatan yang tak berujung. Kita telah menjadi saksi mata atas peristiwa-peristiwa yang memalukan dan mencengangkan. Namun, dalam situasi seperti ini, kita harus bertanya pada diri kita sendiri: Apa alasannya kami harus terus melayani dunia yang begitu menghisap?
Mungkin beberapa dari kita masih berpikir bahwa dunia itu seperti biasanya, bahwa segala sesuatu akan kembali normal. Tapi, apakah Anda benar-benar yakin bahwa hal tersebut akan terjadi? Karena, saya rasa, keadaan saat ini sangat jauh dari normal.
Dapatkah Kami Menghadiri COP yang Berbeda?
Lalu, ada berita tentang isu-isu lingkungan. Para ahli memprediksi bahwa 18,4 juta orang Prancis (sepertiga dari populasi) hidup di wilayah yang rentan terhadap banjir besar-besaran. Tapi, apakah kita sudah siap untuk menghadiri COP yang berbeda? Kita harus memperhatikan isu-isu lingkungan dan melakukan sesuatu untuk menyelamatkan Bumi.
Tidak Ada Justifikasi bagi Kejahatan
Lalu, ada masalah lainnya. Israel-Palestina adalah contoh yang paling jelas. Apa pun alasannya kita defend, tidak ada justifikasi untuk melakukannya dengan cara kejam. Kita harus memperhatikan kata-kata Albert Camus: "Quelle que soit la cause que l'on défend, elle restera toujours déshonorée par le massacre aveugle d'une foule innocente." Kita tidak boleh melakukan kejahatan, tidak peduli apapun alasannya.
Bertanya pada Diri Sendiri
Kembali kepada pertanyaan: Apa alasannya kami harus terus melayani dunia yang begitu menghisap? Kita harus bertanya pada diri sendiri: Apakah kita masih memiliki hati untuk melihat dan memperhatikan isu-isu lingkungan, apakah kita masih memiliki kemampuan untuk menghadiri COP yang berbeda?
Kita tidak boleh menjadi korban dari keegoisan, kejahatan, dan kecurigaan. Kita harus menjadi pahlawan, menjadi orang-orang yang memperhatikan dan mengubah dunia.
Mereka yang Bertanya
Ada beberapa orang yang bertanya: "Alors, ça baigne?" Dan jawabannya adalah: Tidak! Kita tidak boleh tinggal diam, kita harus berbicara dan melakukan sesuatu. Kita tidak boleh menjadi korban dari keegoisan dan kejahatan.
Jadi, mari kita kembali kepada pertanyaan awal: Apa alasannya kami harus terus melayani dunia yang begitu menghisap? Kita tidak boleh menjadi korban dari keegoisan dan kejahatan. Kita harus menjadi pahlawan, menjadi orang-orang yang memperhatikan dan mengubah dunia.
Referensi
- "Il y a un mot qui ressort fréquemment, c'est celui de victime. Je suis victime donc pas responsable."
- "Cette culture de l'excuse est insupportable"
- "Les adeptes de l'excuse victimaire adressent un crachat quotidien aux innombrables familles pauvres et immigrées où l'on respecte la loi."