« Quelle que soit la cause que l’on défend, elle restera toujours déshonorée par le massacre aveugle d’une foule innocente. » Albert Camus

Saloperies de victimes !

Kita tidak pernah sekalipun berpikir bahwa kejahatan dapat dijustifikasi dengan alasan bahwa korban adalah pihak yang salah. Namun, bagaimanapun, kita juga harus mengakui bahwa korban sendiri tidak serta-merta menjadi korban. Mereka memiliki hak untuk melawan, bahkan jika mereka berjuang untuk hal-hal yang kita anggap tidak tepat.

Pernyataan ini mengingatkan kita pada kejahatan-kejahatan yang pernah terjadi di masa lalu. Kita lihat bagaimana korban-korban dibunuh tanpa ampun, dan bagaimana penjahat-penjahat tersebut berpikir bahwa mereka telah melakukan hal-hal yang tepat.

Namun, apakah kita harus membiarkan kejahatan-kejahatan ini terus-menerus terjadi? Tentu tidak. Kita harus menolak kejahatan dan mengajari orang-orang untuk lebih menghargai kesadaran dan hidup lainnya.

La position du tireur couché

Mengapa kita membiarkan orang-orang lain berjuang demi hal-hal yang kita anggap salah? Mengapa kita tidak mau membantu mereka, bahkan jika mereka berjuang untuk hal-hal yang kita anggap tepat?

Kita harus mengingat bahwa kejahatan-kejahatan ini hanya akan terus-menerus terjadi jika kita tidak mau menolaknya. Kita harus berjuang demi kesadaran dan hidup lainnya, dan kita harus membiarkan orang-orang lain berjuang demi hal-hal yang kita anggap tepat.


Kita harus mengingat bahwa kejahatan-kejahatan ini hanya akan terus-menerus terjadi jika kita tidak mau menolaknya. Kita harus berjuang demi kesadaran dan hidup lainnya, dan kita harus membiarkan orang-orang lain berjuang demi hal-hal yang kita anggap tepat.

Kita harus menjadi korban-korban sendiri dan tidak mau dibunuh oleh kejahatan-kejahatan ini. Kita harus menjadi penjahat-penjahat yang sebenarnya, dan kita harus membiarkan orang-orang lain berjuang demi hal-hal yang kita anggap tepat.

Kita tidak pernah sekalipun berpikir bahwa kejahatan dapat dijustifikasi dengan alasan bahwa korban adalah pihak yang salah. Namun, bagaimanapun, kita juga harus mengakui bahwa korban sendiri tidak serta-merta menjadi korban. Mereka memiliki hak untuk melawan, bahkan jika mereka berjuang untuk hal-hal yang kita anggap tidak tepat.

Referensi

  • Camus, A. (1947). La Peste.
  • Bourseiller, C. (n.d.). Alexander Trocchi: Le Dandy psychédélique.