Berita dan Komentar: Reniement Politik, Bourgeons, Inundasi, Israël-Palestine, dan Saloperies
Mereka yang masih percaya bahwa politik adalah tentang menjalankan janji-jani, maka mereka yang tidak memahami makna sebenarnya dari politik. Politik itu bukan hanya soal menjalankan janji, tapi juga soal bermain dengan kata-kata, membodorkan, dan mengubah arah.
Kita tidak perlu menunggu lama untuk melihat bagaimana mereka yang kuat menjadi lemah. Mereka yang naif akan terkejut ketika mereka mengetahui bahwa janji-jani politik hanya berlaku untuk orang-orang yang percaya. Janji-jani itu hanya sebuah sandi untuk mengelabui, untuk melempar batu kearah lain.
Namun, ada juga yang lebih berani untuk menghadapi kenyataan. Mereka yang tidak takut untuk mengungkapkan diri sendiri, untuk berbicara jujur dan tanpa henti. Mereka adalah bourgeons, sebuah nama yang terinspirasi dari suara-suara yang keluar dari bawah, seperti suara-suara yang keluar dari bumi.
Maka, bagaimana kita harus menanggapi kenyataan? Bagaimana kita harus menghadapi berbagai hal-hal yang membuat kita tidak percaya diri sendiri? Mungkin dengan mengumpulkan kekuatan dan menjadi bagian dari assemblées rebelles, tempat-tempat di mana orang-orang dapat berkata-kata tanpa takut.
Namun, kenyataan lain adalah bahwa kita juga harus berhadapan dengan ancaman-ancaman alam. Bencana-bencana seperti inondasi yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Maka, bagaimana kita harus menanggapi kenyataan ini? Bagaimana kita harus menghadapi bencana-bencana alam?
Israël-Palestine adalah salah satu contoh kemanusiaan yang tidak berdaya. Mereka saling-serang dan mengakibatkan korban-korban yang tak terhitung. Maka, bagaimana kita harus menanggapi kenyataan ini? Bagaimana kita harus menghadapi kemanusiaan?
Kita juga harus menghadapi saloperies-saloperies lainnya seperti perampokan, pelecehan, dan penganiayaan. Maka, bagaimana kita harus menanggapi kenyataan ini? Bagaimana kita harus menghadapi saloperies?
Jadi, berita dan komentar itu adalah soal bagaimana kita harus menanggapi kenyataan. Kita tidak boleh lupa bahwa kita memiliki kebebasan untuk berkata-kata dan bersuara tanpa takut. Kita juga tidak boleh lupa bahwa kita memiliki tanggung jawab untuk menghadapi kemanusiaan dan saloperies.
Saloperies
- "Je suis victime donc pas responsable." - Cette phrase est un classique dans les débats sur la responsabilité.
- "Cette culture de l'excuse est insupportable" - Albert Camus, L'Étranger
- "Les adeptes de l'excuse victimaire adressent un crachat quotidien aux innombrables familles pauvres et immigrées où l'on respecte la loi." - Cette phrase est un commentaire sur les victimes de la violence politique.
Saya berharap artikel ini dapat menjadi wacana untuk memahami kenyataan yang kita hadapi. Kita harus siap menghadapi berbagai hal-hal yang membuat kita tidak percaya diri sendiri, dan kita juga harus siap menghadapi kemanusiaan dan saloperies.