Pernahkah Anda mendengar tentang skandal kasino yang terjadi di Marina Bay Sands, Singapura? Dalam kasus tersebut, kelompok pemain yang tidak biasa menggunakan teknologi modern untuk menemukan "formulas rahasia" dan memanfaatkan sistem Excel untuk meningkatkan keberuntungan mereka dalam permainan baccarat.

Tan Kian Yi, seorang pria Malaysia berusia 35 tahun, telah mengaku bersalah atas empat tuduhan di bawah Undang-Undang Pengawasan Kasino Singapura karena menjadi bagian dari sindikat pemain yang memanipulasi sistem permainan baccarat. Ia digunakan sebagai "marksman" dalam sindikat tersebut.

Menurut laporan The Straits Times, Tan Kian Yi adalah bagian dari tim yang melakukan penipuan di Marina Bay Sands pada bulan Desember 2022. Mereka menggunakan telepon genggam untuk mengirimkan gambar nilai kartu ke mitra-mitra lainnya, termasuk seorang perempuan yang dikenal sebagai "The Sorcerer" yang memakai telinga tersembunyi dan earphone pada telepon genggamnya.

Sorcerer akan mengirimi informasi tentang nilai kartu ke Tan dan mitra-mitra lainnya melalui spreadsheet Excel, yang berisi formula yang tampak membantu pemain meningkatkan keberuntungan mereka dalam permainan baccarat. Formula ini tidak terungkapkan dalam dokumen pengadilan.

Dua mitra lainnya, Hung Jung-Hao dari Taiwan dan Chai Hee Keong dari Malaysia, telah dihukum karena terkait dengan sindikat tersebut. Tiga orang lainnya, Wang Yu, Hung Yu-Wen, dan Chou Yu-Lun, juga diduga sebagai bagian dari sindikat tersebut, tetapi status kasus mereka belum diketahui.

Wang Yu, Hung Yu-Wen, dan Chou Yu-Lun masih diakui sebagai bagian dari sindikat itu, tetapi status kasus mereka tidak jelas. Sementara itu, Tan Kian Yi telah mengaku bersalah atas empat tuduhan dan berhak mendapatkan hukuman yang relatif ringan.

Namun, penjaga kasino Singapura tidak begitu senang dengan "formulas rahasia" ini. Mereka dapat dihukum hingga 7 tahun penjara, denda sebanyak S$150,000, atau keduanya jika terbukti menggunakan alat untuk menghitung atau merekam kartu sementara bermain di kasino.

Dalam kasus ini, tampaknya kelompok pemain telah menggunakan teknologi modern dan "formulas rahasia" untuk meningkatkan keberuntungan mereka dalam permainan baccarat. Namun, apakah sistem tersebut ilegal atau tidak, tetap menjadi pertanyaan lain.