Pasaran Gaming di Menatap Dunia: Dinamika dan Tantangan
Dalam beberapa tahun terakhir, industri gaming telah mengalami pertumbuhan yang signifikan di wilayah Timur Tengah dan Afrika (MENA). Salah satu contoh adalah kasino di Marka, kota Palestina di Tepi Barat, yang dibuka pada tahun 1998 oleh Yasir Arafat. Kasino ini memiliki lebih dari 120 meja taruhan dan lebih dari 300 mesin slot, namun tidak disenangi sebagian besar penduduk setempat karena Islam melarang perjudian.
Kasino Marka ditujukan untuk wisatawan Israel, karena perjudian di Israel tidak diperbolehkan. Meskipun demikian, kasino ini akhirnya ditutup karena adanya kerusuhan dan larangan travel pada wisatawan Israel ke wilayah tersebut.
Tidak hanya di Palestina, beberapa negara lain seperti Azerbaijan juga memiliki kasino, namun akhirnya ditutup oleh pemerintahan yang baru terpilih. Di Iraq, sebelum Perang Teluk Pertama, terdapat kasino di Hotel Sheraton Ishtar di Baghdad, namun ditutup setelah perang dimulai.
Dalam masa lalu, Iran juga memiliki beberapa kasino, termasuk salah satu yang berada di Pulau Kish. Kasino-kasino ini sangat populer dan menghasilkan pendapatan tinggi, namun akhirnya ditutup ketika pemerintahan Shah Reza Pahlavi digulingkan dalam Revolusi Islam tahun 1978.
Evaluasi Pasaran Gaming MENA
Apakah pasaran gaming MENA sebesar satu milyar dollar? Ya, namun tidak semua uang tersebut masuk ke kasino-kasino yang disebutkan di atas. Sebagian besar uang tersebut dialokasikan untuk resort-casino lebih besar di negara-negara Asia seperti Genting Highlands di Malaysia.
Di Malaysia, meskipun perjudian dilarang bagi penganut agama Islam, tidak ada larangan khusus pada penganut agama lain. Dalam beberapa tahun terakhir, kasino-kasino di Genting telah menjadi tujuan populer bagi wisatawan dari Timur Tengah dan Afrika.
Namun, pasaran gaming MENA juga memiliki tantangannya sendiri. Diskon yang diberikan kepada pemain yang kalah dapat mencapai 50%, sehingga operator kasino harus sangat hati-hati dalam memilih partner untuk program junket (program wisata yang mengundang pemain).
Meskipun demikian, beberapa kasino di wilayah MENA masih berhasil menghasilkan pendapatan yang signifikan. Mereka yang sukses dapat menghasilkan pendapatan sebesar $4,000 per meja per hari. Mesin slot juga mulai populer dan menarik lebih banyak pemain.
Tantangan lainnya
Sementara gamers dari Timur Tengah memainkan peran signifikan dalam industri gaming global, masih ada tantangannya yang harus dihadapi. Salah satu tantangan utama adalah bagaimana untuk mempertahankan pendapatan gaming tersebut di wilayah MENA sendiri.
Banyak negara mayoritas Muslim seperti Palestina dan Malaysia menawarkan perjudian hanya pada wisatawan asing atau non-Muslim, namun performanya seringkali terhambat oleh tingkat pajak yang tinggi dan rintangan administratif. Idealnya, pasaran gaming MENA harus dapat membantu operator kasino untuk menghasilkan pendapatan yang stabil dengan pajak yang moderat, serta mempertahankan budaya dan norma setempat, sehingga kasino-kasino dan resort-casino menjadi diterima oleh masyarakat setempat.