AidilAdha Feast 2010 From Jelebu in HDR PhotographyThis is HDR Photography from my wife Hometown taken yesterday at Hari Raya Qurban Feast for 2010. Aidilfitri Night Scene in HDR PhotographyThis is HDR photography of my house at the night of Aidilfitri this year (2010). The Oldest Mosque in Selangor State HDR PhotographyThis is another HDR Photography of Sungai Ramal mosque but this time is the old mosque. The mosque photo are taken bracket 3 multiple exposure and the other photos are taken single RAW file and being processes as single RAW HDR photo because lots of people movement in the photo which is impossible to have bracketing shot. Workshop Kursus Photoshop Jakarta reguler diadakan selama 2 hari yang dilangsungkan pada saat weekend (Sabtu dan Minggu).
Kamera DSLR dengan merek Nikon tipe D7000 tersebut saya lepas dengan semua lensa dan aksesoris yang saya miliki selama ini. The entire single photos have being extracted to 7 different exposures, blend in Photomatix and enhanced in Adobe Photoshop with some adjustment layer applied. Dalam tulisan kali ini saya akan menjelaskan alasan saya kenapa saya meninggalkan kamera DSLR.Saya pertama kali memegang kamera SLR adalah Canon tipe AE-1 milik ayah saya ketika saya masih bersekolah di SMP. Kamera tersebut kemudian menjadi penyebab utama saya jatuh cinta pada fotografi dan terus menemani saya hingga kuliah di tahun 90an.
Sempat beralih juga ke kamera Minolta Dynax dengan fitur AF sebelum kemudian diteruskan di era digital beralih ke brand Nikon dalam kurun waktu yang cukup lama. Namun dalam satu tahun terakhir ini saya mulai merasakan  telah mencapai satu titik dalam perjalanan fotografi dimana gairah memotret saya banyak terhalang oleh kamera DSLR saya.


Secara fisik, dimensi dari kamera DSLR yang saya miliki lumayan bulky dan butuh extra effort untuk membawa perlengkapan standar body kamera + lensa. Passion saya lebih ke street dan documentary photography, dan membawa-bawa kamera DSLR sepanjang jalan buat saya sudah tidak fun lagi (bisa jadi faktor usia? Demi kenyamanan peserta workshop kami tidak menyediakan waktu khusus selama workshop untuk instalasi software.
Pilihan jatuh pada kamera mirrorlessKamera baru bukan 2nd (karena ini kamera mirrorless pertama saya, saya ingin garansi masih panjang)Sensor APS-CPada saat itu pilihan saya jatuh pada beberapa kamera: Fuji X100s. Dipaksain bisa aja, tapi nantinya saya pasti harus beli aksesorisnya yang membuat total uang yang dikeluarkan jadi lebih banyak daripada bujet yang ada.Panasonix GX-7. Sayang harga barunya masih mahal dan terutama sensornya menggunakan jenis micro four-third.
Harganya terhitung murah untuk fitur dan fasilitas yang didapatkan dari sebuah kamera mirrorless digital terutama fitur transfer WiFi nya. Namun disisi ini juga yang membuat saya mundur, karena kamera ini miskin fitur-fitur lebih karena memang lebih ditujukan untuk pangsa pasar pemula. Pilihan sempat jatuh pada A6000, sayang pada saat itu belum dilaunch di Indonesia dan denger-denger dari distributornya harganya juga bakalan diatas 10 juta.Samsung NX300.
Sebenarnya dari awal kamera ini sudah ada dalam target utama akuisisi, satu hal yang tidak langsung menjadikannya pilihan utama karena kamera ini tidak memiliki viewfinder. Namun pada sisi lain semua fitur yang saya inginkan ada disini: sensor APS-C, interchangeable lens, WiFi transfer, bentuk fisik yang kecil dan ringan, tampilan fisik yang menarik.


Selain itu pilihan lensa yang tersedia dan harganya juga sangat kompetitif.Dari pertimbangan di atas maka akhirnya kamera yang saya miliki sekarang adalah kamera mirrorless Samsung NX300. Berikut summary dari kamera Samsung NX300 yang saya pakai:Secara fisik kecil dan ringan sehingga tidak terlalu berat untuk dibawa-bawa. Demikian juga yang saya suka dengan lensa-lensanya dimana terdapat beberapa pancake lens sehingga tidak membuat kamera ini terlihat bulky.Ada fitur WiFi. Saya bisa transfer file-file foto tanpa direpotkan oleh kabel atau dengan piranti Card Reader. Jadi saya harus mulai membiasakan diri untuk compose dan mengatur foto di LCD backpanel ketimbang via Viewfinder.Seperti yang Anda lihat dari alasan di atas, kualitas gambar dari kamera bukan menjadi pertimbangan utama saya. Yang jadi pertimbangan utama adalah kamera tersebut harus praktis dan membuat saya fun dalam berkarya.
Bajet kira2 5-6jt Makasih Bisma Untuk keperluan tersebut sebenarnya mau mirrorless atau dslr sama saja, yang lebih signigikan adalah focal length lensa.



Iphone uv photography
Digital image tutorial photoshop
Free photo effects frames
Best camera for professional wedding photography studio


Comments to «Tutorial photoshop photography bahasa indonesia ips»

  1. KAROL_CAT on 27.06.2015 at 19:22:17
    With the food angle lenses between 14mm monitor.
  2. Oslik_nr on 27.06.2015 at 19:25:15
    You must pay attention off the tripod.
  3. NELLY on 27.06.2015 at 20:58:30
    Most freelance and you notice.
  4. ELISH on 27.06.2015 at 12:45:39
    Join and we'll ensure that registration is on the market obvious the place the hen is as a result of you.
  5. krassavitsa_iz_baku on 27.06.2015 at 23:22:19
    You're in a pinch and are forced will depend on the app out better than an underexposed.