Desain lensa seringkali dikompromikan kualitasnya dengan berbagai pertimbangan terutama ukuran, berat dan harga. Jika kita memasang lensa yang berkualitas rendah di kamera beresolusi tinggi, maka kualitas gambar juga tidak akan optimal, misalnya tidak terlihat tajam. Lensa Zeiss Otus ini adalah lensa manual fokus yang tersedia untuk dua jenis mount: Nikon F dan Canon EOS. Salah satu keunikan Zeiss Otus dibandingkan dengan lensa manual fokus Zeiss lainnya yaitu mengunakan karet yang tidak bergerigi. Seperti yang saya ungkapkan diatas, kualitas gambar Zeiss Otus ini memang mendekati kesempurnaan. About the author: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Boleh, agak berat ke depan, biasanya saya lebih suka yang mount Nikon karena bisa masuk ke mirrorless atau DSLR lain dengan adaptor.
Saya pribadi memilih Canon 600D alasannya lebih ke koleksi lensa dan aksesorisnya lebih lengkap. Kelebihan kekurangan kamera DSLR Canon EOS 60D seharusnya menjadi pertimbangan bagi calon pembeli kamera dari Canon ini. Kamera ini mempunyai aspek rasio 3:2 dapat menghasilkan gamber beresolusi 1,040 pixel seperti yang ada pada Canon 550D. EOS 60D menawarkan beberapa fitur yang menarik semisal movie options lengkap screen dan panel yang lebih cantik, wireless flash control, dan beberapa in-camera post-processing options. Canon memiliki bodi yang sangat nyaman untuk dipegang, namun butuh usaha lebih keras untuk menghasilkan bidikan foto yang memuaskan.
Canon EOS 60D sepertinya masih menyimpan warisan jadul dari generasi terdahulunya yakni 9-point qutofocus system serta DIGIC 4 image prosessor, dimana membuat kamera DSLR ini tertinggal apabika dikomparasikan dengan Canon 7D yang sudah mempunyai 19-point AF system serta prosessor dual DIGIC 4. Sekian perjumpaad kita dalam ulasan Kelebihan kekurangan kamera DSLR Canon EOS 60D semoga bermanfaat bagi pembaca. Sumber Online belajar teknik fotografi untuk pemula dan penyedia kaos bertema fotografi sebagai identitas Anda.
Tips Fotografi - Kamera DSLR memungkinkan seseorang untuk mengambil banyak foto-foto sesuai dengan kreatifitas mereka, tetapi untuk mengerti serta memahami pengaturan kamera pasti membutuhkan sedikit waktu untuk beradaptasi. Gunakan ISO antara 100 sampai 400, dan cobalah untuk mendapatkan sensitifitas cahaya paling renda. Shutter Speed mengontrol apakah obyek gerak terekam 'freeze' atau blur (baca artikel: Bagaimana membuat foto Blur). Kamera DSLR memberikan beberapa fitur mode exposure, dari full otomatis seperti yang ada di kamera saku, sampai ke full manual. Aperture Priority memungkinkan kalian untuk memilih Aperture sesuai keinginan, dan kamera memilih Shutter Speed yang dibutuhkan secara otomatis. Mode Metering akan tergantung pada kamera serta merk-nya, tetapi ada tiga macam metering yang umum terdapat pada sebuah kamera DSLR yaitu: Multi-zone, Centre-Weighted Average dan Spot. Mode Drives memungkinkan kita untuk menentukan apakah kita akan mengambil foto dengan single frame setiap jepretan atau lebih dari satu jepretan selama kita menekan tombol Shutter. Layar LCD bisa membuat kita memberikan salah penilain exposure jika kita tidak mengatur tingkat kecerahannya secara benar. Memilih sistem kamera kalau ditinjau dari ukuran sensornya bisa dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok kamera dengan sensor APS-C dan full frame. Pertanyaan yang kerap dirasakan oleh mereka yang akan mulai terjun di bidang fotografi, atau mereka yang akan ganti sistem adalah, sistem APS-C atau sistem full frame yang akan dipilih? Sistem DSLR Canon tampak lebih seimbang, baik lini APS-C dan full frame segmentasinya sama-sama lengkap.
Beralih ke mirrorless, kita tinjau merk Sony ternyata juga tampak ada kemiripan segmentasi dengan Nikon, sistem full-frame mereka mulai beragam dan produk seperti A7 generasi pertama harganya semakin terjangkau. Okelah, setiap produsen punya hak untuk merencanakan strategi produk mereka ke depan, kita tinggal mengikuti saja trennya. Oya, bagi pembaca yang masih bingung apa bedanya APS-C dan full frame, pada dasarnya keduanya hanya beda di dimensi fisik ukurannya.
Saya buatkan tabel segementasi kamera digital 2015 yang pakai sensor APS-C dan FF untuk menjadi gambaran anda. About the author: Erwin Mulyadi, penulis dan pengajar yang hobi fotografi, videografi dan travelling.
Apakah kamera full frame bisa memakai lensa aps-c dan apakah bisa mempengaruhi kualitas gambar ?
Mau minta pendapat koh enche dan koh erwin saya sekarang pake d90 rencana mau upgrade ke full frame nikon juga dengan alasan ingin meningkatkan kualitas photo, aktifitas photo saya lebih sering di wedding dan kegiatan kegiatan sejenis. Dulu Saya memakai nikon D700 Fullframe, Memang pada tahun 2009 – 2012 Qualitasnya sangat bagus. Masih kena crop, karena lensa 18mm itu walaupun EF-S tapi secara spek lensa picture angle-nya tetap 18mm. Saya pikir setiap sensor ada semacam keseimbangan antara ukuran (dimensi) dan pixel count (jumlah piksel). Membanyangkan gambar kena crop kalau pakai lensa APS-C, itu artinya anda pakai kamera full frame dan lensanya APS-C, maka betul akan kena crop (megapiksel turun). Kamera sensor full frame yg semakin terjangkau tentu harapan banyak fotografer termasuk saya. Hari ini Nikon resmi meluncurkan produk baru bernama D3100 yang diposisikan untuk mengisi segmen entry level yang sebelumnya ditempati oleh D3000. Hal ini tentu kabar baik bagi mereka yang menantikan era video recording berkualitas yang terjangkau. Hadir dengan lensa kit AF-S 18-55mm VR, D3100 yang dijual di kisaran 7 jutaan juga menonjolkan sederet fitur hebat lainnya seperti ISO maksimum 12800 dan EXPEED 2 engine processor.
Melihat peningkatan yang pesat pada D3100 ini, ada dugaan Nikon akan menghentikan kelanjutan produk D5000 yang serba tanggung dalam hal fitur dan harga.


Sebagaimana layaknya DSLR pemula, Nikon D3100 juga tidak dipersenjatai dengan kendali eksternal yang rumit sehingga tetap tampil simpel dengan jumlah tombol yang seadanya. Kalau dibanding dengan D5000, tone warna hasil foto (file jpg, bukan RAW) sama atau ada perbedaan ya? Kalo mode yg dipakai continuous AF, maka setelah kamera mulai merekam video si auto fokus akan terus mencari dan menjaga fokus. Keluarga lensa Zeiss Otus adalah lensa yang dibuat dengan kualitas tinggi, tanpa ada kompromi.
Zeiss Otus dirancang khusus untuk mengakomodir kamera-kamera beresolusi tinggi di era sekarang dan mungkin juga masa depan saat resolusi kamera melebihi 36 MP. Kesan pertama saya lensa ini terbuat dari material logam yang sangat berkualitas dan padat. Tulisan di badan lensa diukir dan dicat kuning sehingga kontras dan mudah dilihat di kondisi gelap. Di kamera Nikon, disebelah kiri bawah jendela bidik ada tanda panah kiri, kanan dan bulat berwarna hijau.
Kombinasi bokeh yang mulus dan ketajaman yang tinggi membuat kesan gambar yang tiga dimensi.
Kita bisa menyebut Canon 60D merupakan generasi penerus dari kamera semi-pro EOS 50D sekaligus produk terbaru dari kelas ini karena terdapat penomoran yang berurutan.
Kamera EOS 60D mempunyai kelebihan berupa full pivoting facilities, yang sepertinya tidak akan ditemukan pada kamera Canon jenis lainnya. Jika fitur hilang maka banyak lensa yang kesulitan dalam kalibrasi ulang front focus atau back focus.
Percaya atau tidak jika sobat ingin sekali segera menghasilkan foto yang bagus, hal ini mungkin akan membuat frustasi, tetapi bagaimanapun juga, satu-satunya cara adalah memastikan kamera kalian diatur dengan benar guna menghasilkan foto-foto seperti yang Sobat inginkan.
Dampak kombinasi dari Dua pengaturan ini tidak hanya pada jumlah cahaya yang masuk ke dalam lensa, tetapi juga pada bagaimana foto kalian akan dihasilkan. Dua mode semi-otomatis yang paling populer dalam memberikan sisi kreatifitas adalah Aperture Priority dan Shutter Priority. Pilih Shutter Priority jika kalian sudah mengetahui berapa kecepatan Shutter yang akan digunakan, dan kamera akan menangani pemilihan aperture untuk mendapatkan exposure yang pas. Dua pengaturan fokus yang utama adalah Single-Servo untuk obyek diam, dan Continuous-Servo untuk obyek gerak.
Dulunya sistem full frame adalah sistem yang dipakai oleh fotografer pro, lalu untuk kebutuhan hobi dan profesi (semi pro) tersedia pilihan sistem APS-C.
Pilihan ini bukan sekedar berapa harga kameranya, atau sistem mana yang hasil fotonya lebih bagus.
Produsen kamera yang satu ini sudah membagi segmentasi DSLR full frame (FX) mereka dengan lengkap, yaitu D610, Df, D750, D810 dan D4s.
Sedikit catatan saja bahwa lensa-lensa Canon EF-S (yang dirancang untuk sistem APS-C) tidak bisa dipasang di bodi Canon full frame.
Pilihan lensa FE juga mulai bertambah banyak, walau harus diakui lensa-lensa FE memang umumnya dijual tidak murah. Bayangkan bila harga A7 terus turun sampai berbeda sedikit atau nyaris sama dengan kamera APS-C maka kompetisi ini akan semakin menarik. Saya amati sistem yang dibangun oleh Fuji X, Canon EOS M dan Samsung NX memang tidak (belum?) mengarah ke sistem full frame.
Intinya untuk DSLR memilih APS-C atau full frame pada dasarnya bebas saja, baik di kubu Canon maupun Nikon, karena pilihan bodi yang ada sudah lengkap, tinggal lensanya saja menyesuaikan. Sensor full frame berukuran lebih besar dari APS-C, sehingga perlu lensa yang diameternya juga lebih besar. Perhatikan segmen pemula, consumer dan amatir (enthusiast) menjadi segmen paling gemuk dan setiap merk punya andalan masing-masing.
Nikon menjadi yang terlengkap di lini Full Frame, bahkan Canon pun tidak punya produk yang mengisi celah antara 6D dan 5D. Sempat berkarir cukup lama sebagai Broadcast Network TV engineer, kini Erwin bergabung menjadi instruktur tetap untuk kursus dan tour yang dikelola oleh infofotografi.
Tetapi Setelah Saya mencoba technoogi sensor APSC Fujifilm XT1, Qualitasnya lebih kurang sama dengan D700.
Kalau terlalu banyak piksel dalam sekeping sensor, maka setiap pikselnya (yg diukur dengan satuan mikro meter) akan mengecil dan kurang maksimal menangkap cahaya.
Untuk foto sehari2 yg lebih fokus ke foto2 makanan kira2 lbh baik menggunakan kamera mirrorless yg berfitur APS-C atau fullframe?
Tapi kalau pakai kamera APS-C, supaya mendapat field of view yg tetap sesuai keinginan ya perlu mencari lensa yg tepat. Hadir dengan bodi yang persis sama seperti D3000, produk anyar ini justru mengejutkan dengan menawarkan fitur movie recording yang sebelumnya hanya ada di DSLR Nikon yang punya harga jual lebih tinggi. Bila sebelumnya fitur movie hanya dijumpai di kamera sekelas Nikon D5000 atau Canon EOS 500D, maka DSLR murah kini juga menyediakn fitur serupa (sebelumnya dipelopori oleh Pentax K-x) dan Nikon D3100 menjadi produk DSLR murah kedua yang membolehkan pemakainya untuk berkreasi dengan merekam video.
Bisa jadi kedepannya Nikon hanya akan mengandalkan satu produk saja untuk mengisi segmen pemula (yaitu D3100 ini), sedangkan pada segmen semi-pro diprediksi Nikon juga akan melebur dua kelas yaitu D90 dan D300 (dirumorkan akan bernama D95). D3100 juga tidak memiliki motor AF di dalamnya sehingga bila dipasang lensa lama yang tidak memiliki motor, maka pengaturan fokusnya hanya bisa dilakukan secara manual. Dulu pernah ada saat peluncuran awal D5000 beberapa produk ada yg mati total, tapi lalu issue tsb sudah diatasi.
Di era fotografi digital sekarang, kamera yang memiliki resolusi tinggi (24 MP atau lebih) mulai menjamur, dan butuh lensa berkualitas tinggi untuk mendapatkan hasil yang optimal. Dibandingkan dengan lensa fix 50-58mm lainnya, mungkin Zeiss Otus saat ini merupakan yang paling besar. Tapi ada juga kekurangan bahan karet, yaitu dibandingkan dengan logam adalah lebih mudah tergores. Jika kondisi cahaya terang, fokus manual dengan live view tidak masalah, tapi kalau kondisi cahaya lingkungan lemah atau gelap, akan lebih sulit, karena banyak noise muncul, sedikit menghambat proses fokus yang akurat. Tergantung kamera apa yang digunakan, difraksi mungkin akan membuat hasil gambar berkurang ketajamannya.


Untuk foto portrait kesulitannya agak sedikit lebih tinggi dan butuh kesabaran dan ketelitian, tapi saat berhasil, kualitas fotonya mencengangkan, kontras dan detailnya sangat baik dan latar belakangnya sangat mulus.
Masih ada lagi keunggulannya kamerenya yakni ada extra stop di standard sensitivity range yang memungkinkan pengguna mempunyai batas lebih baik dari ISO 6400 atau ISO 12800 expanded mode. Foto-foto yang diambil dengan menggunakan format RAW akan memiliki fleksibilitas lebih ketika melakukan paska produksi atau editing dengan perangkat lunak seperti Photoshop atau GIMP. Sebuah grafik histogram yang cenderung memuncak di sisi kiri menandakan foto tersebut under-exposure, memuncak di sebelah kanan menandakan over-exposure. Awalnya baik sistem full frame maupun sistem APS-C keduanya dikemas dalam format kamera DSLR, dan tersedia baik untuk merk Canon dan Nikon. Pilihan tentu perlu mempertimbangkan banyak hal, misal dukungan (dan harga) lensa, juga kita perlu bisa memprediksi arah jangka panjang dari produsen kamera yang kita minati.
Sedangkan di lini APS-C (DX), walau ada duo pemula (D3300-D5500) dan DX semi-pro (D7200) tapi tidak se-variatif lini FX.
Dan agak mirip dengan Nikon, belakangan ini jarang terdengar ada kabar Canon memproduksi lensa EF-S baru, kecuali hanya menyegarkan lini yang sudah ada dengan teknologi STM.
Bagi anda yang pakai sistem Sony Aplha mirrorless APS-C (misal A6000 atau A5000), bila berencana ganti ke Sony Alpha mirrorless full frame maka mulailah membeli lensa FE (bukan E).
Jadi bila kita dalam jangka panjang tidak (belum) ada rencana pakai sistem full frame, maka investasi di ketiga merk APS-C yang saya sebut barusan tidak ada masalah. Di kubu mirrorless bagi yang menginginkan sistem full frame bisa melirik Sony, bagi yang ingin mirrorless APS-C bisa memilih Sony, Fuji, Samsung atau Canon. Sistem Nikon kekosongan produk di lini APS-C semi-pro karena belum jelas apakah ada produk penerus dari D300s. Banyak yang juga salah sangka mengira kalau 7D adalah full frame, padahal APS-C (lihat tabel di atas).
Perhatikan bahwa weathersealed bukan berarti kita santai2 motret terus saat hujan, sebaiknya lindungi dengan memasang rain coat yang menutupi kamera dan lensanya.
Walau tidak ada acuan resmi tapi menurut saya sensor APS-C itu angka seimbangnya di 16 MP dan full frame itu di 24 MP. Yg agak penasaran kalau nanti betul full frame jadi terjangkau lantas harga kamera APS-C jadi berapa ya, hehe.. Tidak tanggung-tanggung, D3100 justru menjadi DSLR pertama Nikon yang sanggup merekam video dengan resolusi full High Definition atau 1920 x 1080 piksel, bahkan kamera sekelas D3S pun hanya menawarkan resolusi HD 1280 x 720 piksel saja. Hebatnya, fitur movie di D3100 ini sudah mendukung continuous AF sehingga tak perlu lagi mengatur ring manual fokus saat sedang merekam video. Sensor di D3100 ini pun sudah memakai sensor CMOS beresolusi 14 MP (sebelumnya sensor CCD beresolusi 10 MP).
Kuat dugaan kebijakan ini diakibatkan oleh kondisi resesi ekonomi global yang memaksa produsen membuat segmentasi produk yang simpel dan jelas. Meski demikian, lensa ini tidak seberat lensa zoom telefoto dan masih seimbang saat dipasangkan dengan kamera DSLR tipe semi-pro dan profesional.
Focus thrownya sangat panjang (180 derajat) sehingga pengaturan manual fokus bisa diatur sangat presisi tidak seperti lensa autofokus pada umumnya. Dalam beberapa percobaan, manual fokus dengan cara ini tidak sesulit dan selama yang saya bayangkan, dan setelah diperiksa hasil gambarnya, fokusnya akurat. Ada sedikit distorsi tapi tidak terlalu terlihat dan mudah dibetulkan di lens profile di Adobe Lightroom. Lensa ini tentunya tidak cocok untuk subjek bergerak seperti fotografi olahraga, satwa liar dan sejenisnya. Centre-Weighted Average membaca sebanyak sekitar 70% dari tengah frame, ideal untuk mengambil gambar Portrait. Saat kamera mirrorless sudah semakin populer seperti sekarang, tercatat hanya Sony yang menyediakan dua sistem pada lini Alpha mereka, yaitu A7 series untuk full frame dan A6000 ke bawah untuk APS-C (walau Sony juga masih menyediakan 2 sistem untuk format SLT A-mount juga). Selain itu juga produksi lensa DX tipe baru semakin jarang terdengar, Nikon terlihat lebih sering membuat lensa FX (memang lensa FX bisa dipasang di bodi DX tapi kan lensa DX juga punya kelebihan dalam hal ukuran yang kecil dan harga yang terjangkau). Walau lensa FE dan lensa E keduanya sama-sama E-mount, tapi lensa E hanya dirancang untuk pas di APS-C dan akan terkena crop bila dipasang di full frame. Fuji punya beragam produk dan lensa berkualitas dengan sistem APS-C, Samsung juga membuat terobosan dengan NX-1 yang dalam fiturnya banyak mengalahkan kamera DSLR APS-C. Demikian juga Sony yang belum punya produk APS-C semi pro, yang mestinya kalau ada bisa bernama A7000 mungkin, dan berguna untuk melawan Samsung NX dan Fuji X-T1. Sony juga perlu menambah produk full frame mereka dengan satu atau dua produk flagship semisal A8 atau A9, bisakah Sony? Jadi yang dapat Saya simpulkan dengan Technologi sensor APSC sekarang bisa mendapatkan hasil yang bagus seperti technologi Fullframe. D3100 masih menawarkan 11 titik AF yang fleksibel, plus dukungan layar LCD 3 inci beresolusi 230 ribu piksel. Lens hood (topi lensa) juga sudah dipaketkan dengan lensa ini dan bahannya dari logam yang kokoh, tidak seperti kebanyakan lensa lain yang mengunakan bahan plastik. Metering Spot membaca hanya sebatas area kecil, oleh kerena itu metering ini sedikit sulit diaplikasikan oleh fotografer pemula.
Dari hal ini wajar kalau banyak pihak menyimpulkan Nikon seperti lebih mementingkan sistem FX mereka. Samsung tinggal menambah beberapa lensa premium (khususnya lensa fix) dalam lini NX mereka. Bisa dibilang D3100 adalah  DSLR entry-level paling sarat fitur yang pernah dibuat oleh Nikon.



How to make a twitter background photo collage editor
Special edition photography books india
Six compositional tips of photography


Comments to «Kamera semi dslr yang bagus»

  1. SHEMKIREC_057 on 18.12.2013 at 19:55:47
    The particles i created a digicam resolution of the.
  2. Aftaritetka on 18.12.2013 at 22:45:11
    Teaser video that uses particular.